Wakapolda NTT Sebut Aksi Mahasiswa di Kupang Langgar Protokol Kesehatan

Menurut Wakapolda NTT aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa yang menamakan diri Cipayung Plus melanggar protokol kesehatan Covid-19

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Wakapolda NTT Brigjen Pol Ama Kliment Dwikorjanto memberikan keterangan usai memimpin Apel Kampanye Serentak Pemakaian Masker di Wilayah Hukum Polda NTT di Lapangan Mapolda NTT pada Kamis (10/9) pagi. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menurut Wakapolda NTT Brigjen Pol Ama Kliment Dwikorjanto, aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa yang menamakan diri Cipayung Plus melanggar protokol kesehatan Covid-19.

"Kalau mau menyalurkan aspirasi tidak perlu mengumpulkan massa yang banyak yang berujung pada pelanggaran protokol kesehatan Covid-19," kata Kliment di Kupang, Jumat (9/10/2020).

Selain itu, lanjutnya, tidak perlu melakukan anarkis yang berujung pengrusakan fasilitas dan menggangu ketertiban umum.

Prakiraan BMKG, 3 Daerah di NTT Berpotensi Terjadi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

Menurut Kliment, aksi yang dilakukan Jumat selama pukul 11.00 - 17.00 Wita itu tidak mendapatkan izin dari kepolisian.

Pengunjuk rasa, kata Kliment, dapat dikenakan pasal 510 KUHP karena tidak mendapatkan izin. Pihak kepolisian saat aksi damai sudah bekerja maksimal walaupun ada beberapa pihak dari massa pengunjuk rasa yang berusaha memprovokasi.

645 Wilayah NTT Tanpa Sinyal

"Namun kalau ada provokator yang berusaha memprovokasi agar terjadi hal-hal yang berujung anarkis maka akan kami tindak. Tetapi bersyukur karena tak ada tadi," ujar Kliment.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr Retnowati mengatakan, unjuk rasa yang dilakukan sejumlah pihak untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja dapat berpotensi terjadinya penyebaran Covid mengingat Kota Kupang masuk dalam kategori zona merah.

"Banyak yang tidak menggunakan masker dan tidak lagi menjaga jarak ini sangat berbahaya," katanya.

Menurut Retnowati, demonstrasi sebaiknya tidak dilakukan mengingat negara Indonesia sedang menghadap persoalan berat yaitu mengatasi pandemi Covid-19 yang terus berlangsung. (ant)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved