Penanganan Covid

Anggota TNI Covid-19 Karantina di Turekisa, Th. Yos Nono: Mereka Semua Sehat

Anggota TNI Covid-19 Karantina di Turekisa, Th. Yos Nono: Mereka Semua Sehat

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/GORDI DONOFAN
Suasana di karantina terpusat Turekisa Desa Turekisa Kecamatan Golewa Barat Kabupaten Ngada, Kamis (8/10/2020). 

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Sebanyak 41 Tantama Remaja (Taja) TNI Kodim 1625/Ngada yang terkonfirmasi Corona saat ini menjalani karantina terpusat di Turekisa Desa Turekisa Kecamatan Golewa Barat.

Ketua pelaksana satuan gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19 Ngada, Th. Yos Nono menyampaikan saat ini keadaan mereka baik-baik saja. Karena memang tidak tanda-tanda atau gejala yang mengarah ke Covid-19.

Th. Yos Non yang merupakan Sekda Ngada ini menyampaikan semuanya sehat-sehat saja seperti orang yang tidak terkena Covid-19.

Tim Paket SN-KT Ingatkan Pendukung Tidak Termakan Isu dan Hasutan Bernada Provokatif

"Mereka sehat semua di Turekisa. Di Kodim sudah tracing oleh petugas kesehatan," ujar Th. Yos Nono saat dijumpai POS-KUPANG.COM di Kantor BPBD Ngada Kamis (8/10/2020).

Ia menyatakan masyarakat tidak boleh panik dan cemas berlebihan. Pihaknya sudah melaksanakan tracing di Makodim 1625/Ngada dan nantinya akan diambil swab untuk kirim ke Kupang.

Tambah Dua Kasus

Sekda Nono juga menyampaikan, Kamis (8/10/2020) pihaknya mendapatkan laporan dari provinsi bahwa ada penambahan dua kasus terkonfirmasi Corona.

Mahasiswa Dukung Buruh Mogok dan Tuntut Bubarkan DPR

Dua kasus tersebut merupakan anggota Taja TNI Kodim 1625/Ngada. Total Taja yang melaksanakan karantina di Turekisa berjumlah 43 orang.

"41 orangnya mulai karantina tadi malam. Sedangkan dua orang baru siang ini," ujarnya.

61 Orang Karantina

Sekda Nono menyebutkan jumlah secara keseluruhan yang sedang melaksanakan karantina terpusat di Turekisa berjumlah 61 orang.

Dengan rincian yaitu, 43 orang Taja TNI Kodim 1625/Ngada dan 18 orang merupakan pelaku perjalanan. Untuk yang positif Covid-19 dibagian atas sedangkan pelaku perjalanan dibagian lain diruangan berbeda-beda. Mereka pisah dan tidak disatukan.

Ia menyatakan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak boleh mengabaikan hal itu. Karena hal yang paling utama ada soal penerapan bagi diri sendiri dan keselamatan orang lain. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved