Timor Leste Terancam Kelaparan dan Kurang Gizi, Kebijakan Orde Baru Soeharto Dianggap Jadi Penyebab

Timor Leste selama menjadi bagian dari NKRI dengan nama Timor Timur harus menjalani semua program pembangunan nasional

Editor: Alfred Dama
Google
Patung Kristus Raja ikon Timor Leste yang merupakan peninggalan Indonesia 

Timor Leste Terancam Kelaparan dan Kurang Gizi, Kebijakan Orde Baru Soeharto Dianggap Jadi Penyebab

 POS KUPANG.COM -- Timor Leste selama menjadi bagian dari NKRI dengan nama Timor Timur harus menjalani semua program pembangunan nasional

Salah satu program semasa Orde Baru adalah swasembada beras. Program ini juga secara tidak langsung mengganti semua makanan lokal dengan nasih

Akibatnuya masyarakat pada generasi kini mulai meninggalkan makanan lokal seperti jagung, kacang-kacangan termasuk semua produk pangan dari hutan

Generasi muda Timor Leste juga sudah melupakan makanan lokal warisan leluluhur

Ketika Filipe da Costa mulai belajar tentang kesehatan bangsanya, dia bingung.

 Secara umum, Timor-Leste berada dalam “zona merah” - baik dalam hal stunting pada anak, malnutrisi atau kognisi otak.

Dan itu semua terkait dengan apa yang mereka makan.

 “Saya berpikir, di masa lalu, masalah ini mungkin tidak terlalu parah."

Tak Tahu Malu Istri Oknum Perwira Polisi,Ditagih Hutang Rp 70juta, Malah Berniat Penjarahkan Korban

Gagal Dapat Cinta Anak, Gadis 19 Tahun Jatuh Ke Pelukan Ayah Sang kekasih Sampai Berhubungan Badan

Adegan Seksi Jennie Blackpink di Video Musik Lovesick Girls Jadi Kontroversi, Bakal Dihapus

 "Ada yang berbeda dengan pola makan kita."

"Cara nenek kita menyiapkan makanan jauh berbeda dengan sekarang, ”kata Penasehat Ketahanan Pangan dan Gizi Perdana Menteri, sebagaimana dilansir Channel News Asia, Selasa (6/10/2020).

 Metode memasak makanan yang telah menopang masyarakat lokal selama beberapa generasi telah hilang.

 “Saya ingat dulu, kami punya kacang liar, pepaya liar, asam dan mangga.

Tapi sekarang sulit menemukan makanan liar itu."

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved