BPBD TTS Distribusikan Air Bersih Ke Lokasi Bencana Kekeringan
BPBD Kabupaten TTS mulai melakukan pendistribusian bantuan air bersih secara gratis kepada masyarakat yang terkena bencana kekeringan
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | SOE - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten TTS mulai melakukan pendistribusian bantuan air bersih secara gratis kepada masyarakat yang terkena bencana kekeringan.
Sejak akhir September, tercatat sudah empat desa yang mendapatkan bantuan distribusi air bersih secara gratis. Ke empat desa tersebut yaitu, Pusu, Nifukani, Noebeba dan Oebaki.
Kepala BPBD Kabupaten TTS, Ady Tallo kepada POS-KUPANG. COM, Rabu (6/10/2020) di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan pendistribusian air bersih secara gratis kepada masyarakat dengan menggunakan satu unit mobil tangki milik BPBD.
• Danki Brimob Ende : Petugas RPH Tidak Punya Bukti Sapi yang Dipotong Non Produktif
Untuk sementara, pihaknya masih memprioritaskan desa-desa yang berada di dalam kecamatan Kota Soe dan desa-desa yang berada di pinggiran kota Soe untuk dilayani bantuan air bersih gratis. Hal ini tak lepas dari keterbatasan mobil tangki yang dimiliki BPBD.
" Untuk tahap awal kita bantu desa-desa dalam kecamatan Kota Soe dan pinggiran Kota Soe terlebih dahulu. Setelah itu baru kita pindah ke kecamatan lain yang juga mengalami kekeringan," ungkap Ady.
• 472 Peserta SKB di TTS Rebut 348 Formasi
Sesuai peta resiko rawan kekeringan lanjut Ady, dari 266 desa di Kabupaten TTS terdapat 104 desa yang masuk kategori rawan kekeringan.
Melihat angka tersebut, kedepan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan guna meminta mobil truk untuk membantu proses pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
" Jumlah mobil tangki air kita terbatas, sedangkan desa yang mau kita layani sangat banyak. Oleh sebab itu kita berencana menggunakan mobil truk untuk membantu proses pendistribusian air bersih. Nantinya pada bak truk akan ditaruh tandon untuk menampung air bersih," jelasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD TTS, Yusuf Soru mengatakan, Pemda TTS perlu menyiapkan program khusus guna mengatasi masalah air bersih secara permanen.
Pasalnya, masalah kekeringan atau kekurangan air bersih menjadi penyakit tahunan yang terjadi di kabupaten TTS.
Oleh sebab itu, dibutuhkan langkah serius untuk mengatasi persoalan ini agar tidak berulang tahun lagi.
" Kalau Pemda serius mengatasi persoalan air bersih kenapa tidak bangun sumur bor di seluruh desa yang masuk kategori rawan kekeringan? Kalau tiap tahun kita main programkan distribusi air bersih pakai mobil tangki, maka kita hanya akan menghabiskan biaya operasional setiap tahun tapi masalahnya tidak kunjung tuntas. Orang di dalam kota Soe saja saat teriak masalah air. Atau kami di rujab saja terpaksa isi air tangki Karen air PDAM tidak lancar," keluhnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)