Pemkab Malaka Gandeng Yakkum Bethesda Perkuat SDM Berbasis Potensi Lokal
Pemkab Malaka menggandeng Yakkum Bethesda membedah penguatan Sumber Daya Manusia ( SDM) berbasis potensi lokal
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BETUN---Pemerintah Kabupaten Malaka ( Pemkab Malaka) menggandeng Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum ( Yakkum) Bethesda membedah penguatan Sumber Daya Manusia ( SDM) berbasis potensi lokal.
Dalam pertemuan terbatas ini untuk sama-sama membuat perencanaan strategis pelayanan kesehatan primer dalam konteks pemberdayaan sumber daya manusia berbasis potensi lokal yang bermuara pada peningkatan dan kesejahteraan masyarakat.
Manager CD Bethesda Yakkum (Community Development Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum) Area Malaka, Heny Pesik belum lama ini kepada Wartawan di Betun menjelaskan, pihaknya bersama Pemkab Malaka sangat concern dengan penguatan SDM.
• DPRD Harap Polisi Selesaikan Kasus Tuapukan Dengan Aman dan Damai
Untuk maksud ini maka pada tanggal 22-23 September 2020 yang lalu digela workshop dengan sasaran 10 desa 2 Kecamatan diantaranya Kecamatan Laenmanen meliputi Desa Bonibais, Naukekusa, Oenaek, Uabau dan Desa Besismus dibawah dampingan Puskesmas Uabau.
Sedangkan,Kecamatan Wewiku mencakup Desa Webrimata, Rabasa Biris, Weoe, Biris dan Desa Weulun di bawah dampingan Puskesmas Weoe.
• Sumba Timur Sudah Kirim 1.117 Sampel Swab ke RSU Kupang
Menurutnya, untuk mendukung program pemerintah dalam hal peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat maka perlu intervensi atau dukungan dari Pemerintah desa dan Dinas terkait.
Tujuannya untuk menggali potensi-potensi lokal yang memiliki nilai ekonomis sehingga program yang dikembangkan tetap eksis dan berlanjut sampai pada tingkat kemandirian masyarakat.
Setelah ada partisipasi dari masyarakat dengan output yang positif, lanjutnya, maka diharapkan ada dukungan sosial baik dari pemerintah desa maupun dari puskesmas agar potensi yang ada lebih dikembangkan secara maksimal.
"Misalnya di Desa Maktihan, Kecamatan Malaka Barat sudah memproduksi minuman teh herbal dan pangan lokal kendati kemasan yang disajikan sifatnya masih sederhana tapi sudah ada nilai ekonomis.Jika kedepan pemerintah desa bersinergi dengan dinas kesehatan untuk mendukung potensi yang ada maka hal ini bisa meningkatan kemandirian ekonomi rakyat," kata Heny.
Untuk diketahui, ada dua Kecamatan yang menjadi daerah intervensi yayasan ini yakni Kecamatan Malaka Barat meliputi Desa Loukfoun, Oanmane Maktihan, Besikama dimana sudah menghasilkan sabun cair dengan bahan dasar lokal.
Sementara Kecamatan Weliman mencakup Desa Laleten, Wederok dan Lamudur, Umalawain dan Desa Forekmodok sudah menghasilkan closet. Untuk produk sabun cair pihaknya mengalami kendala karena belum ada izinan secara formal dari Dinas terkait sehingga proses transaksinya masih sebatas tingkat desa dan antar desa.
Dirinya berharal pemerintah perlu mendukung dengan kebijakan-kebijakan yang menyentuh langsung dengan kehidupan masyarakat terutama produk-produk lokal yang memiliki nilai ekonomis dengan tujuan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
"Program ini berlangsung selama empat tahun yaitu mulai 2021-2025 dengan mengangkat isu tentang kesehatan ibu dan anak (KIA) penyakit menular dan tidak menular, perilaku hidup bersih dan sehat serta pengembangan obat tradisional," tambahnya.
Sementara Koordinator P3MD Kabupaten Malaka, Daniel Mahodim, menyampaikan apresiasi terhadap program atau perencanaan yang dilakukan oleh CD Yakkum Bethesda yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
Selain itu, pihaknya akan mendukung dengan alokasi dana Desa selama 4 tahun kedepan dengan program Kesehatan primer di bidang pembeberdayaan masyarakat.