Jumat, 10 April 2026

Desa Liang Sola Kabupaten Mabar Laporkan Alami Kekeringan

langkah yang diambil pihaknya ini sebagai bentuk kepekaan pemimpin pada situasi dan kondisi masyarakat.

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
Dokumentasi Pemdes Liang Sola untuk POS-KUPANG.COM
Kondisi lahan pertanian warga Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Mabar yang terdampak kekeringan. 

Desa Liang Sola Kabupaten Mabar Laporkan Alami Kekeringan

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengalami kekeringan, Jumat (2/10/2020).

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Desa Liang Sola telah melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mabar pada Rabu (23/9/2020) lalu.

Laporan tersebut dibawa langsung Kepala Desa Liang Sola, Adrianus Harsi dan diterima oleh seorang pegawai BPBD Kabupaten Mabar, Vony Boli di ruang kerjanya.

"Saya berharap agar situasi yang mengancam kerawanan pangan warga desa saya ini bisa diatasi oleh instansi terkait," katanya saat menghubungi POS-KUPANG.COM.

Dikatakannya, langkah yang diambil pihaknya ini sebagai bentuk kepekaan pemimpin pada situasi dan kondisi masyarakat.

"Masyarakat sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Belum menghadapi situasi pandemi Covid-19, masyarakat petani Desa liang Sola kembali diterpa bencana kekeringan pada lahan pertanian mereka," imbuhnya.

Dijelaskannya, lokasi persawahan di beberapa dusun mengalami gagal tanam karena kekeringan yang berkepanjangan pada tahun ini.

Menurutnya, kekeringan ini sebagai akibat hujan yang datang terlambat, ditopang lagi proses perbaikan irigasi sekunder Wae Lombur yang sedang dalam pekerjaan.

"Itupun baru berupa penanganan darurat titik longsoran yang sangat parah," jelasnya.

Dirincikannya, jumlah lahan yang mengalami kekeringan di Desa Liang Sola yakni di Dusun Tando Lingko Nehong dan Teba sekitar 8 hektar, Lingko kombek milik petani dusun Waemata dan Nangka sekitar 5 hektar dan Lingko Leweng sekitar 9 hektar.

"Belum termasuk sawah tadah hujan masyarakat Desa liang Sola di Lingko Rutang Desa Daleng," katanya.

Kekeringan yang cukup lama ini, lanjut Adrianus, membuat petani di Liang Sola sangat kesulitan.

"Resiko kekeringan ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat petani dan penduduk desa yang sekitar 1.554 jiwa atau 389 kepala keluarga," katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Mabar, Dominikus Hawan mengaku telah menerima laporan terkait kekeringan yang terjadi di Desa Liang Sola.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved