Buruan Daftar Untuk Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Ini Panduan Tentang Cara dan Syarat Untuk Anda
Artinya hanya tersisa 35,5 persen sisa kuota yang masih terbuka untuk para pelaku usaha yang membutuhkan bantuan di masa Pandemi Covid-19.
Buruan Daftar Untuk Mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Ini Panduan Tentang Cara dan Syarat Untuk Anda
POS-KUPANG.COM - Saat ini, segera siapkan berkas dan buruan mendaftar ke instansi terdekat untuk mendapatkan bantuan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) Rp 2.4 Juta.
Ini harus Anda lakukan karena, ada program Banpres Produktif atau Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk usaha mikro dan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk itu.
Bahkan hingga 16 September 2020 lalu, telah disalurkan bantuan dana kepada pelaku UMKM usaha mikro kecil dan menengan sebesar Rp 14.183 triliun atau setara dengan 64,5 persen.
Artinya hanya tersisa 35,5 persen sisa kuota yang masih terbuka untuk para pelaku usaha yang membutuhkan bantuan di masa Pandemi Covid-19.
Namun hingga saat ini situs tersebut sudah tidak dapat diakses sama sekali
Artinya, para peminat harus mendaftar secara offline atau datang langsung ke lembaga/instansi yang sudah ditentukan.
Lembaga/instansi tersebut adalah Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM, Koperasi yang telah disahkan sebagai Badan Hukum, Kementerian/Lembaga, perbankan dan perusahaan pembiayaan lain yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
• BELAJAR Rumah TVRI Bagi Siswa SMP, Kamis 1 Oktober 2020 Belajar Listrik Gratis Link Live Streaming
• Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Doa Sebelum dan Sesudah Makan serta Doa Buka Puasa Senin Kamis
Pada saat mendaftar atau mengajukan diri, calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus melengkapi data-data.
Mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, alamat tempat tinggal, bidang usaha hingga nomor telepon.
Bantuan ini masih terus akan dibuka hingga mencapai 12 juta pengusaha mikro atau penyerapannya sudah mencapai 100 persen.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekenomian Airlangga Hartarto menyatakan, adapun jumlah penyerapan bantuan ini per 4 September 2020 yang lalu masih sekitar 46,5 persen dengan total anggaran realisasi yang sudah diberikan sebanyak Rp 13,42 triliun.
"Total anggaran realisasi penyaluran per 4 September 2020 yang lalu, tercatat sebesar Rp 13,42 triliun atau sekitar 46,5 persen," ujarnya saat pressconference secara virtualbeberapa waktu lalu
Dia bilang dari angka ini apabila dilihat berdasarkan provinsi, wilayah Provinsi Papua Barat lah yang paling sedikit penyalurannya.
Sementara wilayah yang paling banyak atau yang paling mendominasi adalah wilayah Provinsi Jawa Barat dengan jumlah pelaku usaha mikro yang mendapatkan bantuan sebanyak 1.147.173 pelaku usaha mikro.