Breaking News
Sabtu, 6 Juni 2026

Politani Negeri Kupang

VIDEO Lab Perikanan Terlengkap di NTT Ada di Jurusan Perikanan dan Kelautan

Laboratorium Perikanan Terlengkap di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Ini Ternyata Ada di Jurusan Perikanan dan Kelautan Politani Negeri Kupang.

Tayang:

Menurut Alexander S Tanody dengan adanya kegiatan prakering itu bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat secara umum.

Dan dengan sarana budidaya itu akan bisa disuplay benih yang baik untuk disebar ke masyarakat sebagai wujud pengabdian politani ke masyarakat.

"Diharapkan bisa dibagikan gratis seperti itu dan untuk suplay kepentingan komersial kita bisa jadikan salah satu unit bisnis di politani yang diharapkan bisa menjadi tambahan income dan bisa digunakan untuk pengembangan institusi kita," kata Alexander S Tanody.

Bagaimana kondisi dua lab yang ada, Alexander S Tanody mengatakan, untuk standar minimal  sudah memungkinkan meski secara ideal belum sampai ke tahap itu. Namun secara berkala kelengkapan sarana prasarana lab akan diusulkan secara berkala.

“Sehingga kita harapkan waktu tertentu kondisi ideal bisa tercapai. Kita juga melakukan peremajaan fasilitas yang ada untuk bisa usulkan ke institusi juga bagaimana meningkatkan sdm teknisi dan pendamping agar ada program reguler bagi dosen dan teknisi untuk mengikuti pelatihan guna mendapatkan informasi terbaru sesuai skill mereka sehingga kita tidak ketinggalkan dalam ilmu pengetahuan,” kata Alexander S Tanody.

Kepada mahasiswa, Alexander S Tanody berpesan agar pesan bahwa kehadiran jurusan perikanan dan kelautan landasan utamanya dikaitkan dengan ketersediaan potensi kelautan dan perikanan di Provinsi NTT.

“Bahwa saat ini baru 30 persen lahan-lahan yang digunakan untuk kegiatan  budidaya bisnis perikanan yang dimanfaatkan dan masih 70 persen yang tersisa. Berdasarkan assesmen kami butuh sumber daya yang handal dalam rangka memafaatkan potensi ini untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di NTT.

“Oleh karena itu saya sebagai  ketua jurusan saya sangat mengharapkan mahasiswa yang masuk di jurusan ini akan diarahkan guna bisa melihat peluang usaha yang tersedia secara alamiah di NTT. Untuk itu arah pengembanagan kami dalam pembelajaran, bagaimana kondisi lokal ini bisa ditonjolkan,” kata Alexander S Tanody.

Dan saat ini ada 22 kab/ kota yang semuanya punya potensi perikanan dan lahan budidaya yang cukup luas dan ini yang harus dipahami oleh mahasiswa yang sumbernya sebagian besar dari desa di 22 kab/kota itu.

“Harapannya mahasiswa dapat kenali dengan baik potensi ini setelah lulus mungkin sebagian akan menjadi ASN tapi kami berharap sebagian besar dari mereka bisa kembali mengelola potensi yang ada di sekitar desa mereka sehingga bisa bermanfaat untuk kesejahteraan sekaligus memajukan kesejateraan dan pembangunan masyarakat di NTT,” kata Alexander S Tanody. 

Menurut  Alexander Tanody, hingga kini ada 10 dosen dan salah satunya sedang mengambil S3 di luar negeri dan akan kembali dalam waktu dekat. Sedangkan beberapa dosen lain dalam proses perencanaan program doktoral.

“Sebagai ketua jurusan pada prinsipnya saya dorong semua dosen dan staf untuk pengembangan diri,melanjutkan studi dan mendapatkan pengalaman praktis di masyarakat. Karena sebagai pendidikan vokasi saya harapkan semua dosen bukan hanya membagi pengalaman teroritis ke mahasiwa tapi juga membagikan pengalaman praktis  yang didapat di masyarakat NTT itu dapat diejlaskan dengan baik ke mahasiwa agar mahasiswa lebih bisa memahami kondisi ril masyarakat,” kata Alexander Tanody.

Diakui Alexander Tanody, secara kuantitas staf dosen jurusan perikanan dan keluatan masih kurang secara rasio maka masih perlu ditingkatkan bukan saja rasio tapi bagaimana melayani mahasiswa dengan kompetensi keilmuan yang memadai.

“Namun ini tidak menjadi kendala karena ada banyak dosen di lingkungan politani dan mitra yang kami minta untuk ikut mendukung proses pembelajaran di jurusan perikanan dn kelautan,” kata Alexander Tanody.

Dalam kodnisi covid19,  Alexander Tanody berharap para dosen bisa beradaptasi dengan kondisi itu dan melakukan pembelajaransecara flesibel, kombinasi ofline dan online.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved