Politani Negeri Kupang
VIDEO Lab Perikanan Terlengkap di NTT Ada di Jurusan Perikanan dan Kelautan
Laboratorium Perikanan Terlengkap di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Ini Ternyata Ada di Jurusan Perikanan dan Kelautan Politani Negeri Kupang.
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Prodi Teknologi Budidaya Perikanan baru mewisuda 3 angkatan, angkatan pertama sebanyak 34 orang, angkatan kedua sebanyak 27 orang dan angkatan ketiga sebanyak 48 orang.
Dijelaskan Alexander S Tanody, Jurusan Perikanan dan Kelautan baru dibuka bulan September 2017 lalu. Untuk Prodi Teknologi Budidaya Perikanan angkatan pertama D3 sudah ada sejak tahun 2013 tapi saat itu prodi ini masih bergabung dengan Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura Politani Negeri Kupang.
Alexander S Tanody menjelaskan, sesuai prodi, lulusan perikanan dan kelautan sudah tersebar di berbagai lini baik di bidang wirausaha budidya perikanan, penyuluh, pendidikan yakni SMA, SMK perikanan, juga bekerja di instansi pemerintah dan lebaga swasta. Ada juga yang sudah bekerja di lembaga perbankan untuk di bidang perbankan.
"Hasil penelusuran alumni kami lihat hampir 80 persen sudah terserap di profile jurusan. Sebagian besar di usaha perikanan baik itu pengembangan usaha budidaya maupun bekerja unit usaha milik perusahaan atau perorangan. Juga ada yang melakukan pendampingan dan praktisi, sebarannya di seluruh Provinsi NTT dan juga ada yang di Negara Timor Leste," kata Alexander S Tanody.
Bagaimana kualitasnya? Alexander S Tanody menjamin alumni Jurusan Perikanan dan Kelautan Politani Negeri Kupang berkualitas dan mumpuni.
"Kami yakin dengan proses yang dikembangkan melalui pembelajaran praktikal 70 persen dan kulia 30 persen kami yakin setelah kami lepaskan mereka siap berkompetensi di masyarakat," kata Alexander S Tanody.
Sebagai jurusan yang baru di Politani Negeri Kupang, Alexander S Tanody mengakui Jurusan Perikanan dan Kelautan itu masih memiliki keterbatasan sarana prasarana.
"Tapi kami punya jaringan kerjasama yang cukup juga dengan dunia usaha dan industri terutama budidaya perikanan di Kota Kupang dan unit teknis di Provinsi NTT yakni dinas perikanan dan kelautan sehingga keterbatasan sarana prasarana itu bisa diatasi," kata Alexander S Tanody.
Ketua Jurusan Perikanan dan Kelautan, Alexander Tanody, S.Pi, M.Si bersama dosen, teknisi, kepala laboratorium foto bersama Ketua alompok Tani Tunfeu Melisedek Seran bersama kelompok tani di Desa Ponain Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, Sabtu (24/7/2020) siang. (poskupang.wiki/novemy leo) (poskupang.com/novemy leo)
Guna meningkatkan sarana prasarana di laboratorium termasuk pengembangan lab ke depan.
Dua unit laboratorium di Jurusan Perikanan dan Kelautan itu yakni lab manajemen dan produksi budidaya perikanan dan lab lingkungan peraiaran merangkul semua aktifitas praktikum kemahasiswaan.
Selain itu, mereka juga memiliki lab lapangan yang ada di wilayah Baumata milik Politani Kupang.
"Sesuai arahan pimpinan, kami dipercaya untuk mengelolanya, dan kami akan mengembagkan unit bisnis perikana. Diharapkan dosen bisa merancang pengabdian masyarakat di sana sehingga berbarengan dengan outup yang dihasilkan sarana parsarana yang muncul karena kegiatan itu dapat bisa didayagunakan untuk kegiatan kemahasiswaan," kata Alexander S Tanody.
Dijelaskannya, lab lapangan di Baumata itu ada sejumlah kolam ikan yang dalam pengembangan. Bahkan pengembangan ke depan ada kawasan budidaya terpadu yang ada di depan kampus Tanaman Pangan Hortikultura akan mulai dikembangkan secara konstruksi dalam tahun ini.
Ketua Jurusan Perikanan dan Kelautan, Alexander Tanody, S.Pi, M.Si bersama dosen, teknisi, kepala laboratorium foto bersama Ketua alompok Tani Tunfeu Melisedek Seran bersama kelompok tani di Desa Ponain Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, Sabtu (24/7/2020) siang. (poskupang.wiki/novemy leo) (poskupang.com/novemy leo)
"Rencananya tahun depan sudah terintegrasi semua sehingga mulai dari bagaimana penyerapan sarana budidaya, peminjaan, pemeliharaan , pengendalian hama dan penyakit, contoh budidaya yang baik bisa langsung dipraktekkan disana," kata Alexander S Tanody yang menambahkan hal itu bukan saja digunakan oleh mahasiswa tapi bisa untuk percontohan budidya perikanan yang baik untuk bidang air tawar.
Menurut Alexander S Tanody dengan adanya kegiatan prakering itu bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat secara umum. Dan dengan sarana budidaya itu akan bisa disuplay benih yang baik untuk disebar ke masyarakat sebagai wujud pengabdian politani ke masyarakat.