Pilkada Sumba Timur

Dandim 1601 Sumba Timur Minta Paslon Arif Saat Kampanye di Tengah Pandemi Covid-19

Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko , S.E, M.I. Pol menekankan kepada dua pasangan calon bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko, S.E,. M.I. Pol 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi. Dr. Dwi Joko , S.E, M.I. Pol menekankan kepada dua pasangan calon bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur agar berlaku arif atau menerapkan kearifan lokal dalam masa kampanye di tengah Pandemi Covid-19.

Dwi Joko menyampaikan hal ini, Jumat (25/9/2020). Menurut Dwi, dua paslon telah melewati pentahapan penetapan paslon dan pengundian nomor paslon.

"Pada tanggal 26 September hingga 5 Desember 2020 adalah masa kampanye. Perlu kearifan dari masing-masing paslon, karena saat ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19," kata Dwi.

Entah Apa yang Merasuki Oknum Sopir di Sikka Hingga Tega Memperkosa Wanita Disabilitas

Dijelaskan, pandemi ini belum berakhir sehingga pentingnya paslon memperhatikan semua protokol kesehatan dan juga aturan KPU.

"Saya tegaskan, perlunya kearifan para calon kepala daerah. Ini dimaksud adalah masa pandemi Covid-19 belum berakhir ,artinya ancaman masih dapat muncul dalam pelaksanaan kampanye yang secara masif tingkat penyebarannya," jelas Dwi.

Gugus Tugas Penangan Covid-19 Belu Tunggu Hasil Tes 47 Sampel SWAB

Dikatakan, apabila seorang pemimpin mementingkan masyarakat umum, maka sudah seyogyanya pemimpin tersebut justru tidak mengajak massa pendukung untuk berkampanye dan berkumpul.

"Karena dengan berkumpulnya massa akan berpotensi besar dalam penambahan jumlah terpapar Covid-19. Pengumpulan massa ini cenderung justru memunculkan indikasi bahwa pemimpin lebih mementingkan dirinya sendiri," katanya.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan, pilkada saat ini adalah sejarah bagi bangsa Indonesia, karena berada di masa pandemi Covid-19,yang justru seharusnya dapat melahirkan pemimpin yang adaptif mampu mengikuti perubahan dengan bijak dan cerdas.

Dwi juga mengatakan, pemimpin yang memiliki inovasi dengan tanpa mengumpulkan massa namun program visi dan misi dapat tersampaikan kepada masyarakat.

Kontestasi yang ada di masa pandemi ini jadikan ajang untuk menunjukkan kemampuan dari masing- masing para peserta pilkada bupati dan wakil bupati.

"Lebih saya tekankan mari utamakan kesehatan masyarakat. Bagaimana seorang pemimpin terpilih akan menjalankan program-program apabila rakyatnya sakit ,menderita tidak bisa kemana-mana karena dibatasi, akan menjadi suatu keniscayaan bahwa kondisi kesehatan masyarakat ini berpengaruh langsung terhadap implementasi program yang digalakkan para calon kepala daerah," ujarnya.

Dikatakan, penerapan protokol kesehatan adalah harga mati bagi pelaksanaan pilkada serentak saat ini.

"Saya mengajak kepada para paslon jangan mengumpulkan massa dalam berkampanye ,berinovasilah dalam menyampaikan program-program,visi dan misi anda sehingga tetap dapat diketahui oleh masyarakat.
Kemampuan para paslon dituntut dalam hal ini, perlu adanya perubahan metode dalam berkampanye bukan mengumpulkan massa mungkin dapat dilakukan dengan person by person, rumah ke rumah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan," ujarnya.

Dwi mengatakan, sudah ada peraturan bupati yang juga harus dilaksanakan oleh semua masyarakat dan lebih ditekankan, adalah penerapan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved