Breaking News:

Pesona Obyek Wisaya Manggarai Timur, Komodo Pota yang Menggoda

SELAIN Pulau Komodo dan Pulau Rinca, ada satu daerah lain yang juga bisa jadi alternatif melihat satwa Komodo

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM
KOMODO POTA - Komodo Pota ukuran sedang yang dikarantina. Gubernur Viktor Laiskodat Marah, 41 Ekor Komodo dari Pulau Rinca Flores Hendak Dijual ke Luar Negeri. 

POS-KUPANG.COM - SELAIN Pulau Komodo dan Pulau Rinca, ada satu daerah lain yang juga bisa jadi alternatif melihat satwa Komodo. Daerah tersebut adalah Pota yang merupakan sebuah kelurahan di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Kelurahan Pota yang terletak di utara Pulau Flores merupakan bagian dari cagar biosfer yang merupakan salah satu habitat dari spesies Kadal Purba (Varanus Komodoensis) -- selain Pulau Komodo dan Rinca.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Shana Fatina mengatakan, kehadiran satwa Komodo di Pota menjadikan Pota sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Flores dan Manggarai Timur.

Mikha Tambayong: Tak Tergantikan

"Pota ini merupakan salah satu jalur komodo yang ada di Flores dan Manggarai Timur sangat potensial dengan wisata alamnya," ungkap Shana dalam keterangan persnya.

"Pota ini punya kekayaan alam yang tidak dimiliki di banyak tempat, dan banyak wisatawan datang berkunjung ke sini," lanjutnya.

Selain sebagai tempat hidup Komodo Pota, Kelurahan Pota juga memiliki tempat wisata yang sangat potensial seperti Pantai Watu Pajung dengan bentangan pasir putih memanjang.

Fraksi NasDem Pertanyakan Realisasi Program Pengadaan Pakaian Seragam Pemerintah Kota Kupang

Lalu, Danau Lotus/Teratai (Victoria Amazonica) yang dalam bahasa setempat disebut `Rana Tonjong" yang merupakan danau yang permukaanya ditutupi tumbuhan teratai raksasa yang merupakan teratai terbesar kedua di dunia setelah India. Kemudian, penjelajahan (tracking) di Rugu Pota/Komodo Pota (Varanus Komodoensis).

Menurut Shana, selain satwa Komodo, Manggarai Timur memiliki potensi wisata alam yang punya daya pikat sendiri untuk menarik para wisatawan datang berkunjung.

"Pasca pandemi, berwisata alam sangat disarankan karena alam bisa menjadi tempat pemulihan (healing) melalui banyak aktivitas seperti tracking, yoga, kemping, atau fotografi. Banyak hal bisa kita manfaatkan dengan berwisata alam," ungkap Shana.

Camat Sambi Rampas, Yanuarius Halyo Rahman mengungkapkan, kehadiran BOPLBF membuktikan potensi pengembangan wisata Kecamatan Sambi Rampas, khususnya Pota, mulai menemukan titik terang.

Yanuarius mengatakan, Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman) yang digagas menjadi momentum bagi masyarakat Pota untuk mulai menyiapkan segala hal.

Adapun persiapan itu untuk menaikkan posisi tawar Pota sebagai salah satu destinasi wisata unggulan baru yang ada di Flores seiring dengan dibangunnya jalur lintas utara Pulau Flores.

"Dengan adanya pandemi ini, kita harus lebih siap dalam segala aspek, selain fasilitas penunjang seperti homestay, kapasitas masyarakat juga harus ditingkatkan salah satunya dengan disiplin menerapkan protokoler kesehatan sehingga menciptakan kenyamanan bagi pengunjung," ungkap Yanuarius.

Yanuarius menekankan, pentingnya memperkuat narasi budaya masyarakat setempat sebagai salah satu cara memenuhi konten lokal yang ke depannya menjadi daya tarik wisata bagi para wisatawan.

"Wisatawan perlu kita sajikan alternatif wisata lain, karena sekarang orang berwisata tidak hanya mencari pemandangan alam, tetapi juga narasi tentang budaya setempat, dan kuliner yang bisa menciptakan kerinduan orang untuk berkunjung kembali", ucap Yanuarius. (kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved