Rabu, 22 April 2026

Kronologi Rapat Anggota DPRD Belu Hingga Berakhir Cekcok

Rapat anggota DPRD Kabupaten Belu diwarnai saling cekcok di ruang sidang, Senin (21/9/2020)

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Anggota DPRD Belu saling cekcok saat rapat bersama dengan Bupati Belu dan pengurus DPP Paroki Atapupu, Senin (21/9/2020). 

Namun bupati tetap tenang dan
berusaha memberikan penjelasan agar semuanya bisa clear. Akan tetapi saat bupati memberikan penjelasan,
Anggota DPRD Belu, Benny Manek menginterupsi pembicaraan bupati karena dinilai tidak menjawabi pertanyaannya.

Saat diinterupsi, Bupati sempat merespons, katanya, dia bersabar dan setia mendengar saat anggota DPRD berbicara. Semestinya, saat ia berbicara, DPRD juga bisa mendengarnya.

Bupati sempat berdiri untuk tinggalkan ruangan rapat karena tidak dihargai anggota DPRD. Lalu situasi itu mampu diredamkan pimpinan rapat, Jeremias Manek, politisi Demokrat.

Dalam suasana ketegangan itu, anggota DPRD Theo Manek kembali meminta bicara sambil berdiri dan mengangkat mikrofon. Pimpinan rapat memberikan kesempatan lagi kepadanya. Saat itu, Theo Manek langsung mengkonfrontir penjelasan Bupati Belu dengan mengajukan dua pertanyaan kepada masyarakat dalam rapat.

Dua pertanyaan itu yakni, apakah kolompok nelayanan memiliki lahan tambak untuk digarap dan pertanyaan kedua, apakah kelompok nelayan pernah menggunakan eksavator bantuan kementerian.

Dua pertanyaan Theo Manek ini langsung dijawab masyarakat. Masyarakat menjawab iya untuk pertanyaan pertama dan menjawab tidak untuk pertanyaan kedua. Setelah mendapat jawaban itu Theo Manek menggembalikan waktu ke pimpinan rapat.

Giliran Marthen Nai Buti kembali berbicara, tampak Theo Manek berdiri dan merespon langsung pernyataan Marthen Naibuti tanpa melalui mekanisme rapat. Seharusnya, setiap pembicaraan melalui pimpinan rapat.

Suasana semakin tegang. Sejumlah anggota DPRD berlomba-lomba meminta bicara ke pimpinan rapat dengan posisi berdiri bahkan sudah saling tunjuk, pukul meja dan berbicara tanpa etika lagi. Beberapa anggota DPRD menilai etika yang dilakukan Theo Manek tidak benar dam terkesan mengadudomba sehingga terjadi cekcok.

Pimpinan rapat berupaya untuk menenangkan anggotanya namun situasi tidak bisa dikendalikan sehingga dengan cepat pimpinan rapat mengetuk palu tanda rapat ditutup.

Setelah rapat ditutup, Bupati Belu, Willybrodus Lay turun dari meja pimpinan dan menuju floor. Wajahnya serius sambil berjalan-jalan dalam ruang rapat menuju ke arah tempat duduk Benny Manek. Bupati Willy Lay mengatakan, dirinya tidak pernah takut. Dia sengaja tidak cepat meninggalkan ruang supaya DPRD juga tahu. Penjabat Sekda Belu dan Pol PP berusaha menenangkan Bupati sambil mengarahkan bupati ke depan pintu utama untuk terus ke mobil.

Tampak beberapa Pol PP dibantu ASN berusaha menenangkan sejumlah anggota DPRD yang sementara bicara keras saat itu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved