Berita TTS Terkini
Ikuti Instruksi Bupati, Sint Vianney Gelar Pembelajaran Online
Terhitung sejak Senin (21/9/2020) hingga 3 Oktober mendatang, SMPK Sint Vianney Soe menggelar pembelajaran secara online. Hal ini sebagai tinda
Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota
POS.KUPANG. COM | SOE - Terhitung sejak Senin (21/9/2020) hingga 3 Oktober mendatang, SMPK Sint Vianney Soe menggelar pembelajaran secara online. Hal ini sebagai tindak lanjut dari instruksi Bupati TTS guna mencegah penyebaran virus Corona di lingkungan pendidikan pasca TTS ditetapkan sebagai zona merah.
Kepala Sekolah SMPK Sint Vianney Soe, Romo Johannes A. Tnomel mengatakan, sejak Senin kemarin pihaknya sudah memberlakukan pembelajaran dengan menggunakan sistem online. Para siswa menggunakan handphone atau laptop sebagai media pembelajaran secara online. Dengan bantuan aplikasi google Meet atau Zoom KBM secara online diberlakukan.
" Kita sejak kemarin sudah berlakukan pembelajaran secara online. Para siswa tetap diwajibkan menggunakan pakaian seragam saat pembelajaran secara online. Kehadiran para siswa-siswi pun bagus walaupun pembelajaran dilakukan secara online," ungkap Romo Johannes saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2020) pagi.
Ketika ditanyakan apakah pembelajaran secara online sudah diperlakukan 100 persen, pria akrab disapa Romo Ento ini mengaku, belum. 90 persen siswa sudah mengikuti pembelajaran secara online, namun 10 persen sisanya masih mengikuti pembelajaran secara offline. Hal ini disebabkan karena ke 10 persen siswa tersebut belum memiliki handphone maupun laptop sebagai media pembelajaran secara online.
" Untuk offline, setiap hari siswa datang ke sekolah untuk mengambil materi pembelajaran dan tugas. Keesokan harinya, tugas tersebut kembali dikumpulkan dan mereka diberikan materi dan tugas baru," jelasnya.
Ditanya soal kendala dalam pembelajaran secara online, Romo Ento mengaku, sejauh ini belum ada kendala berarti. Jika angin kencang, diakuinya jaringan internet memang sedikit terganggu namun pembelajaran secara online tetap berjalan.
Dalam sehari, pembelajaran berlangsung selama 3 jam, di isi Jedah atau jam istirahat selama 15 menit. Sehari ada dua mata pelajaran yang diajarkan secara online, dimana per mata pelajaran berlangsung selama satu setengah jam.
" Untuk pembelajaran online sejauh ini tidak ada kendala. Kalau angin kencang jaringan internet memang melambat, tetapi proses KBM tetap berlangsung," tegasnya.
• Penjelasan Ketua IMOF NTT Terkait Penanggulangan HIV/AIDS
Dirinya berharap, para orang tua siswa bisa ikut mengawasi anaknya selama penerapan pembelajaran secara online. Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran secara online tetap berlangsung secara maksimal.
" Orang tua murid kita minta untuk ikut mengawasi anak-anak selama proses KBM secara online," pintanya. (din)

Area lampiran