China Makin Banyak Musuh Soal Laut China Selatan, Prancis, Inggris, Jerman Ajukan Nota Verbal ke PBB
Klaim 80 persen Laut China Selatan atau LCS dan virus corona membuat posisi China makin dibenci oleh banyak negara
Jepang dan Amerika Lontarkan Kritik Pedas Klaim China atas Laut China Selatan
Sebelumnya, Jepang dan Amerika Serikat (AS) terang-terangan menentang klaim Tiongkok.
Melansir Kontan.co.id (15/7/2020), laporan pertahanan tahunan Jepang menuduh Tiongkok mendorong klaim teritorial di tengah pandemi corona.
Negeri Samurai mencurigai China menyebarkan propaganda dan disinformasi, karena memberikan bantuan medis kepada negara-negara yang memerangi Covid-19.
"Disnformasi seperti itu termasuk klaim, virus corona dibawa ke China oleh anggota militer AS. Atau obat herbal Cina dapat mengobati Covid-19," kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Jepang.
China terus berupaya mengubah status quo di Laut China Timur dan Laut China Selatan. Demikian uraian Jepang dalam buku putih pertahanan yang disetujui pemerintah Perdana Menteri Shinzo Abe, mengutip Reuters, Selasa (14/7).
Di Laut China Selatan , China menegaskan klaim teritorialnya dengan mendirikan distrik administratif di sekitar pulau-pulau yang disengketakan.
Jepang melihat China sebagai ancaman jangka panjang yang lebih serius dibandingkan Korea Utara dengan senjata nuklir.
Negeri Tirai Bambu menghabiskan anggaran empat kali lebih banyak dibandingkan Jepang di bidang pertahanan untuk membangun segala fasilitas militer modern yang besar.
Kritik keras juga dilontarkan AS. Tak cuma kritik, AS juga melakukan latihan militer.
Ketegangan di wilayah itu meningkat ketika China dan AS melakukan latihan militer terpisah di Laut China Selatan.
Mengutip dw.com, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada hari Senin (13/07) menolak klaim China. Dan menyebut bahwa tindakan China benar-benar melanggar hukum.
Juga bahwa China tidak menawarkan dasar hukum yang koheren untuk ambisinya di Laut China Selatan, selama bertahun-tahun telah mengintimidasi negara di sekitar pantai Asia Tenggara lain.
"Kami memperjelas, klaim China atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan sepenuhnya melanggar hukum, seperti kampanye penindasan untuk menguasainya," katanya.
AS telah lama menentang klaim teritorial tersebut, dengan mengirimkan kapal perang secara teratur melalui jalur strategis.