Breaking News

PDAM Kurangi Jadwal Air Mengalir

Pelanggan PDAM mengungkapkan perubahan jadwal air mengalir. Saat musim kemarau seperti sekarang ini, air mengalir seminggu sekali

Editor: Kanis Jehola
Pos Kpg.Com/Yen
Kepala PDAM Tirta Lontar Kota Kupang, Jhoni Oettemoesoe 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pelanggan PDAM mengungkapkan perubahan jadwal air mengalir. Saat musim kemarau seperti sekarang ini, air mengalir seminggu sekali. Sebelumnya, terjadwal dua kali seminggu.

"Setiap musim kemarau aliran air pasti berkurang. Untuk air dari PDAM Kota Kupang tetap mengalir meskipun tidak normal seperti biasanya," kata Siti Samira, pelanggan PDAM, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, jadwal air mengalir berkurang menjadi satu kali dalam seminggu. "Jadwal aliran air berkurang. Biasanya dua kali dalam seminggu tapi hanya satu kali dalam seminggu," ujar Siti.

60 Stan Ramaikan Expo Kreatif Anak Negeri

Kondisi itu membuat air untuk kebutuhan rumah tangganya otomatis berkurang. Siti mengantisipasi dengan membeli air mobil tangki.

"Hal seperti ini sudah biasa terjadi. Ada waktu air mengalir lancar dan ada keadaan yang airnya berkurang karena musim kemarau. Kami berharap bila pemerintah telah mengetahui kondisi alam seperti ini, bisa mencari berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Intinya, air tetap mengalir di musim kemarau jangan tidak sama sekali," ucap Siti.

Proses Pencarian Korban Serangan Hiu di TTS Belum Membuahkan Hasil

Hal senada disampaikan Soeartika Handayani, pelanggan PDAM lainnya. Menurutnya, saat ini jadwal aliran air tidak normal. Ia mengantisipasi dengan membeli air mobil tangki.

Soeartika berharap kondisi ini tidak berlansung lama sehingga tidak merogoh kocek lebih banyak untuk membeli air mobil tangki.

Warga RT 06 RW 02 Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama Elisabeth Moi mengakui air PDAM tidak mengalir sejak Agustus. "Ini sudah tidak jalan dari bulan lalu sampai sekarang," kata Elisabeth.

Elisabeth sedang merenovasi rumahnya sehingga kebutuhan air sangat banyak. Ia harus membeli air mobil tangki kemudian diisi ke bak penampung yang sudah tersedia. "Sekarang harus isi tangki dua minggu satu kali," ucapnya.

Selain kekeringan, ibu empat anak ini menduga penyebab kelangkaan air saat ini adalah bocornya pipa-pipa sehingga mengakibatkan air terbuang begitu saja.

"Contohnya itu yang dekat toko sebelah, ada pipa yang bocor, air mengalir percuma saja," ujarnya.

Ia mengkhawatirkan kesehatannya anggota keluarga selama masa pandemi Covid-19. "Apalagi musim Covid-19 begini kita harus minum air banyak. Nah, kalau air sonde ada? Kita isi air tangki juga kan kita tidak tahu dia ambil airnya di mana? karena selama ini yang saya lihat air tangki itu kapurnya lebih banyak," keluh Elisabeth.

Elisabeth mengakui, sejak air PDAM berjalan tidak normal, pengeluarannya membengkak. Selain membeli air mobil tangki, ia harus membayar setiap bulan ke PDAM.

"Ini meterannya kita harus bayar meskipun air tidak jalan, nanti dong (pihak PDAM) cabut meteran. Akhirnya kita punya kebutuhan membengkak."

Direktur Utama PDAM Tirta Lontar Kota Kupang, Jhoni Oettemoesoe mengatakan, sampai saat ini belum banyak pelanggan yang menyampaikam keluhan bahwa air PDAM tidak mengalir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved