Breaking News:

Berita Belu Terkini

Personel Satgas Yonif RK 744/SYB Berhasil Redamkan Situasi Perebutan Jenazah di Wilayah Perbatasan

Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB Pos Fohuk berhasil meredam situasi sekaligus mendamaikan dua rumpun keluarga yang berse

FOTO/DOKUMEN SATGAS PAMTAS POS FOHUK
HADANG MOBIL JENAZAH---Sekelompok warga menghadang mobil jenazah yang menghantar almarhum Vitalis Bau, Senin (14/9/2020). 

FOTO/DOKUMEN SATGAS PAMTAS POS FOHUK

HADANG MOBIL JENAZAH---Sekelompok warga menghadang mobil jenazah yang menghantar almarhum Vitalis Bau, Senin (14/9/2020).

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Personel Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB Pos Fohuk berhasil meredam situasi sekaligus mendamaikan dua rumpun keluarga yang berseteru memperebutkan janazah.

Kedua rumpun keluarga yang berseteru itu berada di wilayah Dusun Pauk, Desa Piebulak, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, daerah perbatasan, Senin (14/9/2020).

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB Letkol (Inf) Alfat Denny Andrian kepada wartawan, Selasa (15/9/2020) menjelaskan, sekelompok masyarakat mendatangi Pos Fohuk untuk menyampaikan adanya sekelompok orang berencana menghadang mobil ambulans yang membawa jenazah Vitalis Bau (54), Kepala Dusun Pauk yang meninggal di RSUD Atambua.

Disampaikan masyarakat bahwa sekelompok orang yang hendak menghadang mobil jenazah adalah Vitalis Bere (63), kakak kandung almarhum bersama keluarga besar almarhum lainnya. Kejadian itu sekitar pukul 16.00 Wita.

Vitalis Bere menyampaikan bahwa, jenazah almarhum tidak boleh dikebumikan di pihak isteri melainkan harus dikebumikan di pihak orang tua, namun isteri almarhum Germana Soi (56) tetap ngotot agar suaminya dimakamkan dekat rumanya di Dusun Pauk.

Mendapat informasi itu, pukul 17.00 Wita, lima anggota Pos Fohuk Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB dipimpin Sertu Adrianus bergerak menuju lokasi penghadangan. Beberapa saat kemudian mobil ambulan yang membawa jenazah almarhum Vitalis Bau pun tiba di lokasi. Masa dari pihak Vitalis Bere yang berkekuatan ratusan orang langsung menghadang mobil ambulan.

Situasi semakin memanas dan sekitar 10 menit, perkelahian antara kedua keluarga tak bisa terelakkan. Masing-masing pihak saling ngotot dan tidak ada yang mau mengalah. Kedua keluarga saling ngotot dan merasa paling berhak mengurus pemakaman almarhum.

Karena tak kunjung reda, sekitar pukul 17:20 Wita, Sertu Adrianus bersama rekan anggotanya mengambil tindakan. Sertu Adrianus mengumpulkan dan mempertemukan perwakilan kedua belah pihak keluarga beserta Kepala Desa Loonuna Maximus Bauk untuk berkoordinasi dan mencari jalan terbaik.

Dari upaya mediasi tersebut, permasalahan diselesaikan dengan saling memaafkan dan memutuskan janazah almarhum dikebumikan di makan keluarga besar dengan catatan, janazah almarhum disemayamkan di rumah istrinya satu malam.

"Dari hasil upaya kami akhirnya kedua belah pihak keluarga bisa saling memaafkan dan dapat diputuskan tempat pemakaman almarhum. Oleh kedua belah pihak keluarga, jenazah almarhum akan dimakamkan di makam keluarga besar dengan catatan jenazah almarhum harus bermalam di rumah Istri," kata Dansatgas meneruskan penjelasan anggotanya Adrianus.

Maximus Bauk selaku Kepala Desa Loonuna dan perwakilan dari kedua pihak keluarga almarhum mengungkapkan rasa terima kasih kepada anggota Pos Fohuk yang telah membantu menyelesaikan permasalah tersebut dengan damai.

"Kami berterima kasih karena atas bantuan dari bapak TNI akhirnya masalah kedua keluarga ini dapat diselesaikan dengan damai. Semoga kehadiran anggota Satgas Pamtas Yonif RK 744/SYB terutama Pos Fohuk dapat selalu memberikan kedamaian dan ketentraman di Desa Loonuna," pungkas Maximus. (jen).

Di Kota Kupang, Mobil ini Terguling Usai Menabrak Pagar Hotel Ina Boi

HADANG MOBIL JENAZAH---Sekelompok warga menghadang mobil jenazah yang menghantar almarhum Vitalis Bau, Senin (14/9/2020).
HADANG MOBIL JENAZAH---Sekelompok warga menghadang mobil jenazah yang menghantar almarhum Vitalis Bau, Senin (14/9/2020). (FOTO/DOKUMEN SATGAS PAMTAS POS FOHUK)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved