Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

OJK NTT Beri Edukasi Keuangan Bagi Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya

sebanyak 50 perwakilan FPPS yang berasal dari 19 Kabupaten/Kota di NTT mengikuti kegiatan tersebut melalui zoom. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mem

POS-KUPANG.COM / OJK NTT /
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT menggelar Edukasi Keuangan kepada Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya (FPPS) NTT, Jumat (11/9/2020). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT menggelar Edukasi Keuangan kepada Fasilitator Pembiayaan Petani Swadaya (FPPS) NTT, Jumat (11/9/2020). Kegiatan itu bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT serta Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Kantor Cabang Kupang.

Adapun sebanyak 50 perwakilan FPPS yang berasal dari 19 Kabupaten/Kota di NTT mengikuti kegiatan tersebut melalui zoom. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkaya pemahaman serta mendorong para petani untuk dapat memanfaatkan produk dari Lembaga Jasa Keuangan yang terdaftar dan berizin dari OJK sehingga tidak terjebak dalam produk keuangan ilegal maupun rentenir.

“Kami mengapresasi dan berterima kasih kepada OJK NTT yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sehingga dapat mendorong tercapainya program pemerintah terutama literasi keuangan pembiayaan usaha tani," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT yang diwakili oleh Robertus Ongo selaku Kepala Bidang Sarana Prasarana Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.

Dalam rilis yang diterima dari Humas OJK NTT Dony Prasetyo, Selasa (15/9/2020), Kepala OJK Provinsi NTT, Robert HP Sianipar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja OJK dalam rangka meningkatkan pemahaman para FPPS terhadap Lembaga Jasa Keuangan. "Diharapkan juga FPPS dapat meneruskan informasi yang didapat kepada kelompok binaan masing-masing terkait dengan produk dan layanan keuangan, waspada investasi, dan akses keuangan khususnya dalam hal ini Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)," ungkap Robert.

Berdasarkan data nasional tahun 2019, indeks literasi atau pemahaman masyarakat Provinsi NTT mengenai produk dan atau jasa keuangan hanya sebesar 27,8 persen, sedangkan indeks inklusi atau penggunaan dari produk dan atau jasa keuangan di Provinsi NTT hanya sebesar 60,6 persen. Artinya, masih terdapat 39,4 persen masyarakat Provinsi NTT tidak dapat mengakses layanan keuangan, baik karena faktor penyebaran jaringan lembaga jasa keuangan formal yang tidak merata, struktur geografis dan populasi yang tersebar, keterbatasan persyaratan ataupun karena pengetahuan keuangan yang rendah.

Di NTT, Warga Boking - TTS Diserang Hiu saat Cari Ikan Teri, Jasad Belum Ditemukan,Simak Kronologi

Dalam kesempatan yang sama, narasumber dari Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Kantor Cabang Kupang, I Wayan Bek menjelaskan terkait Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). "Produk ini memberikan perlindungan kepada petani dari ancaman risiko gagal panen sebagai akibat risiko banjir, kekeringan, penyakit, dan serangan organisme pengganggu tanaman. Diharapkan dengan adanya AUTP para petani mempunyai modal awal untuk memulai usaha pertaniannya sehingga tidak terjerat utang kepada rentenir untuk memperoleh modal awal bertani," pungkas Wayan. (cr1)

Kapolres Kupang AKBP Aldinan Manurung Positif Covid-19, Kontak Erat Menteri KKP Edhy Prabowo

Penulis: F Mariana Nuka
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved