Breaking News:

Berita Manggarai Timur

Pertahankan Zona Hijau Covid-19, Ini Langkah Yang Diambil Pemda Manggarai Timur

Kini pandemi Covid-19 di Provinsi NTT kembali meningkat, bahakan sudah pecahkan rekor sehari 20 kasus positif Covid-19. Namun, untuk

foto/ROBERT ROPO
Bupati Matim Agas Andreas, SH.,M.Hum. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | RUTENG----Kini pandemi Covid-19 di Provinsi NTT kembali meningkat, bahakan sudah pecahkan rekor sehari 20 kasus positif Covid-19. Namun, untuk Kabupaten Manggarai Timur (Matim) hingga saat ini masih masuk dalam zona hijau Covid-19 atau belum ada kasus positif Covid-19 meskipun telah dikepung oleh dua Kabupaten yakni Kabupaten Manggarai dan Ngada yang zona merah Covid-19.

Bupati Matim Agas Andreas, SH.,M.Hum kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (15/9/2020) menjelaskan adapun sejumlah langkah yang dilakukan Pemda Matim untuk mempertahan Matim masih Zona Hijau Covid-19 sampai dengan saat ini.

Dikatakan Bupati Agas, adapun langkah-langkah yang diambil sejak Indonesia pertama kali ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Pemda Matim langsung melibatkan masyarakat untuk berdiskusi bersama dalam mencegah pandemi Covid-19 ini.

Dijelaskan Bupati Agas, ada pun langkah pertama yakni dengan pihaknya mengawasi pelaku perjalanan, setelah itu pihaknya juga bentuk Tim Gugus Tugas hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Sehingga bagi pelaku perjalanan wajib melakukan isolasi mandari dibawa pengawasan Gugus Tugas, kalau ada pelaku perjalanan yang ada gejala-gejala mengarah ke Covid-19 langsung dikarantinakan di shelter RSUD Borong.

Langka kedua, kata Bupati Agas, tidak kalah pentingnya untuk mencegah pandemi covid-19 adalah pihaknya juga melakukan pendekatan budaya. Dimana dalam istilah orang Manggarai virus ini sebagai bencana alam atau bala.

"Sehingga kita coba mengajak masyarakat untuk melakukan upacara adat untuk tolak atau mengusir bala ini dari wilayah Matim. Selain itu, kita juga mengajak tokoh agama untuk kita sama-sama terus berdoa meminta pertolongan Tuhan, sehingga virus ini tidak terjadi di Matim dan segera berakhir,"jelas Bupati Agas.

Adapun langka ketiga, jelas Bupati Agas, sejak pertama kali virus corona masuk di wilayah Indonesia, pihaknya secera terus menerus melakukan sosialisasi dengan turun langsung ke masyarakat. Hal ini sebagai upaya Pemerintah Daerah agar masyarakat semakin waspada karena virus ini benar-benar membayakan.

"Memang sampai dengan saat ini kita bersyukur Matim masih zona hijau covid-19. Tetapi kita tidak tahu perkembangan di era New Normal ini sebab banyak pelaku perjalanan yang masuk di wilayah Matim ini tentu sangat menakutkan kita,"ungkap bupati Agas.

Karena itu, bupati Agas, meminta kepada para pelaku perjalanan wajib mengisolasikan diri secara mandiri dan jika ada yang memiliki gejala-gejala yang mengarah ke Covid-19 agar segera memeriksakan kesehatan ke layanan kesehatan untuk segera diatasi.

Selain itu, bupati Agas juga
berharap kepada masyarakat agar tetap mengikuti protokol Kesehatan dengan 3 M yakni Menggunakan masker, Menjaga jarak dan Mencuci Tangan,"pungkas Bupati Agas. (*)

Bupati Matim Agas Andreas, SH.,M.Hum.
Bupati Matim Agas Andreas, SH.,M.Hum. (foto/ROBERT ROPO)

Area lampiran

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved