Breaking News

Syekh Ali Jaber Ditusuk Saat Mendakwah

Pria bernama Syekh Ali Jaber ditikam orang tak dikenal saat mengisi acara di Bandar Lampung

Editor: Kanis Jehola
Kompasiana
Syekh ALi Jaber Ditikam di Lampung 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Pria bernama Syekh Ali Jaber ditikam orang tak dikenal saat mengisi acara di Bandar Lampung. Akibatnya, Syekh Ali Jaber pun mengalami luka di bagian tangan kanannya. Syekh Ali Jaber menjelaskan kronologi penyerangan tersebut. Syekh Ali Jaber mengatakan dirinya diserang orang tak dikenal saat mengisi acara.

Dia pun bersyukur Allah telah menyelamatkan dirinya dari pembunuhan tersebut. Saat diserang, Syekh Ali Jaber mengaku langsung mengangkat tangan lantaran pelaku mencoba menyerang leher dan dada.

Gathering Pengenalan Beton Pracetak: Marcel Jamin Produk Berkualitas

"Tusukannya cukup keras, cukup kuat. Sampai separuh pisau masuk ke dalam," ujarnya dalam channel Youtube Syekh Ali Jaber, Minggu(13/9). "Pas isi acara, Allah SWT takdirkan ada orang datang dan Allah selamatkan dari pembunuhan," tambahnya.

Dalam video tersebut terlihat Syekh Ali Jaber sedang dirawat di sebuah bangsal rumah sakit. Ia duduk mengenakan kaus oblong warna putih dan masker warna hijau. Kaus yang dikenakannya tampak kena noda darah. Sementara luka tusuk di lengan kanannya diperban. Syekh Ali Jaber juga menyebut pisau sampai patah di lengan kanan Syekh Ali Jaber. "Saya sendiri yang mencabutnya," katanya.

Tiara Andini: Sad Girl

Peristiwa tersebut terjadi di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung. Informasi yang dihimpun, Syeh Ali Jabar mengalami luka tusukan di bagian bahu kanan dan tengah dirawat di Puskesmas Gedong Air, Bandar Lampung.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tanjungkarang Barat, AKP David Jeckson Sianipar membenarkan hal tersebut. "Benar," kata David Jeckson Sianipar. David Jeckson Sianipar mengatakan, pihaknya juga sudah mengamankan pelaku penusukan.

"Saat ini (Syeh) sedang dirawat di Puskesmas Gedong Air," ucap AKP David Jeckson Sianipar.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan usai kejadian pihak kepolisian dan panita langsung memberikan upaya penyelamatan. Syekh Ali Jaber disebut langsung dibawa ke rumah sakit.

"Tindakan pertama melakukan penyelamatan dulu terhadap Syekh. Dari pihak panitia atau kepolisian segera membawa korban ke rumah sakit," kata Pandra.

Dia mengatakan, saat ini pelaku telah berhasil diamankan. Pihak kepolisian juga disebut tengah melakukan pemeriksaan saksi.

Berdasarkan video yang tersebar di layanan pesan instan WhatsApp, seorang pemuda tak dikenal mengenakan kaus biru berlari menghampiri Ali Jaber yang berada di atas panggung. Tiba-tiba, pemuda tersebut langsung mengeluarkan senjata tajam mengarah ke perut Ali Jaber. Pendakwah tersebut sempat menghindar dari serangan sehingga tidak mengenai perutnya. Tapi senjata tajam si pelaku mengenai bahu kanan pendakwah ini.

"Iya benar. Tadi syekh masih mau mulai kajian di masjid, tahu-tahu ada laki-laki masuk dan langsung nusuk syekh. Setelah nusuk, jamaah langsung spontan ada yang mukul laki-laki itu," kata saksi yang enggan disebut namanya di lokasi kejadian.

Pelaku penusukan sempat diamuk massa sebelum diserahkan ke pihak kepolisan. Berdasarkan video beredar di kalangan awak media, pelaku berinisial A tersebut mengenakan kaus biru dan celana panjang warna hitam. Tangannya terikat tali dan beberapa warga sempat menanyakan motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap Syekh Ali Jaber. Pelaku tersebut tidak menjawab. Wajah dan bibirnya terlihat mengalami luka karena sempat diamuk massa.

Syekh Ali Jaber diketahui lahir di Madinah pada 3 Shafar 1396 hijriah, bertepatan dengan 3 Februari 1976 masehi. Ia menamatkan studi ibtidaiyah (sekolah dasar) pada 1989 kemudian melanjutkan studi Tsnawaiyah (tamat 1992) dan Aliyah (1995). Semuanya ditamatkan di Madinah.

Dilansir dari artikel "Mengenal Syekh Ali Jaber Lebih Dekat" sebagaimana diunggah syekhalijaber.com, sejak usia 13 tahun dia sudah menjadi imam di sejumlah masjid Madinah. Anak pertama dari 12 bersaudara itu telah menjadi penghafal Alquran sejak muda. Ayahnya dikenal sangat keras dalam mendidik agama anak-anaknya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved