Abu Hitam Pekat dari PLTU Ropa Ende Bikin Bunga Jambu Mete Mati, Nelayan Susah Cari Ikan
Abu berwarna hitam pekat berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap Ropa ( PLTU Ropa) Kabupaten Ende diduga telah membuat bunga jambu mete mati
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ENDE - Abu berwarna hitam pekat berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap Ropa ( PLTU Ropa) Kabupaten Ende diduga telah membuat bunga jambu mete mati, akibatnya jambu mete tidak bisa berbuah.
Tanaman jambu mete itu milik warga di lahan sekitar PLTU yang berbahan bakar batubara tersebut.
Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan air laut menjadi hitam membuat para pelayanan kesulitan mencari ikan.
• Liman Sunset Festival 2020 Promosi Pariwisata Pulau Semau
Menurut warga ketika pukat ikan diangkat dari dalam air laut sudah berubah warna menjadi hitam pekat, sehingga setiap dua jam mereka harus mencuci pukat.
Jika tidak dicuci, dalam kondisi yang hitam pekat ikan tidak akan masuk ke dalam pukat.
Penelusuran POS-KUPANG.COM di area sekitar PLTU Ropa berawal dari keterangan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Abdul Majid Haris pada 9 September 2020 di ruang kerjanya.
• Update Corona Sumba Timur - Pasien ke-13 Positif Covid-19 yang Meninggal Miliki Penyakit Penyerta
Haris menuturkan pihaknya mendapat laporan bahwa ada empat penyelam dari Kementerian Perikanan dan Kelautan yang melakukan penyelaman di area laut dekat PLTU Ropa.
Pasca selam, kata Haris, empat penyelam tersebut mengalami gatal-gatal dan timbul bintik-bintik merah di tubuh. Menurutnya tempat mereka menyelam tak jauh dari PLTU Ropa.
"Kami mau ambil sampel air lautnya dekat PLTU Ropa untuk selanjutnya diperiksa," ungkap Haris.
Jumat (11/9/2020), POS-KUPANG.COM mendatangi PLTU Ropa. Sayangnya security tidak mengizinkan POS-KUPANG.COM masuk bertemu dengan manager.
Security lalu meminta surat tugas. POS-KUPANG.COM lantas menyerahkan id card. Beberapa saat kemudian security mengatakan, managernya sedang di Maumere. POS-KUPANG.COM lalu meminta nomor telfon manager tetapi tidak diberikan.
Selanjutnya, POS-KUPANG.COM menyisir area permukiman warga menuju pantai di belakang PLTU Ropa. Di pantai ada beberapa perahu nelayan namun tak ada orang di sana.
Mencegangkan! Pepohonan, rumput dan bunga-bunga hutan di belakang PLTU Ropa hitam pekat. POS-KUPANG.COM pun merasa sedikit sulit bernapas ketika sudah kurang lebih 30 menit berada di pantai itu.
Selanjutnya POS-KUPANG.COM bergeser ke permukiman warga. POS-KUPANG.COM bertemu dengan salah seorang warga bernama Siti Rugeyah yang hendak ke kebun.
Ditanya POS-KUPANG.COM mengenai aktivitas PLTU Ropa, Siti langsung mengeluh bahwa gara-gara abu hitam dari PLTU Ropa jambu mete miliknya tidak lagi berbuah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/abu-hitam-pekat-dari-pltu-ropa-ende-bikin-bunga-jambu-mete-mati-nelayan-susah-cari-ikan.jpg)