Breaking News:

Kemenkes Cabut Aturan Rapid Test Perjalanan, Kadis Kesehatan & Kadishub NTT : Kami Belum Tahu

Kemenkes RI resmi mencabut aturan rapid test atau swab test sebelum melakukan perjalanan

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Aktivitas pemeriksaan penumpang di Bandara Udara El Tari Kupang, April 2020 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ( Kemenkes RI) resmi mencabut aturan rapid test atau swab test sebelum melakukan perjalanan. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19).

Poin keputusan Menteri Kesehatan tersebut memuat aturan orang yang melakukan perjalanan tidak akan dites dan penemuan kasus baru akan difokuskan di pintu masuk wilayah. Syarat rapid atau swab test itu cukup digantikan hanya dengan ukur suhu tubuh.

Dua Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal Dunia di Sumba Timur Adalah Pelaku Perjalanan

Kepala Dinas Kesehatan NTT, dr. Mese Ataupah dan Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM pada Jumat (11/9) mengaku belum mengetahui keputusan tersebut.

Mese Ataupah dan Isyak Nuka mengaku, hingga Jumat, pihak mereka belum mendapat informasi resmi mengenai hal tersebut.

Mengubah Terapi Jadi Bisnis

Mese mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi NTT belum mendapat petunjuk dari Kementerian Kesehatan terkait keputusan pencabutan syarat rapid dan swab test sebelum melakukan perjalanan. "Belum, kita belum dapat itu," kata Mese.

Sementara itu, Isyak Nuka pun mengakui hal yang sama.

Menurut Isyak, hingga saat ini, Pemerintah Provinsi NTT masih menerapkan kebijakan new normal terkait perjalanan antar wilayah di Provinsi NTT.

"Kita masih pakai aturan yang lama soal New Normal. Untuk perjalanan dalam wilayah NTT tidak perlu rapid test atau swab test, tetapi untuk perjalanan keluar wilayah harus menyertakan surat bebas Covid-19," kata Isyak saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, pihaknya menunggu petunjuk resmi dari kementerian terkait hal tersebut guna menerbitkan aturan teknis.

Sebelumnya, Isyak tetap mengharapkan agar berbagai pihak terutama operator pelabuhan maupun bandara di NTT untuk memperhatikan ketentuan ini dan melakukan penyesuaian.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved