Berita Nasional

Fahri Hamzah Sebut TV Siarkan Omong Kosong: Pak Nadiem Makarim, Cerdas Dikit Napa Bikin Kebijakan

Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah terang-terangan mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Editor: Benny Dasman
KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/7/2019). 

POS KUPANG, COM - Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah terang-terangan mengkritik Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Fahri Hamzah mengkritik keras kebijakan yang dibuat Nadiem Makarim terkait pendidikan di tengah pandemi Covid-19 saat ini di Indonesia.

Ia menyoroti pemberian kuota internet gratis atau pulsa untuk kepentingan pembelajaran online bagi tenaga pendidik dan anak didik.

Mantan Wakil Ketua DPR RII itu menyuarakan kritikan tajam terkait kebijakan pembagian kuota internet bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen.

Diketahui, kuota internet dibagikan untuk mendukung sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah dari rumah yang berlangsung selama pandemi Covid-19.

Lewat akun Twitter, Fahri Hamzah mengusulkan, ketimbang membagikan ponsel dan pulsa gratis, lebih baik Nadiem meminta lembaga penyiaran seperti stasiun TV untuk menyiarkan konten pendidikan hingga 50 persen.

Setiap keluarga memiliki TV menjadi alasannya. Fahri juga meminta Nadiem sedikit lebih cerdas dalam membuat kebijakan.

"Pak @nadiemmakarim yth, Dariada sampeyan sibuk beli gadget dan pulsa mendingan wajibkan semua TV untuk menyiarkan scara pendidikan sampai 50%."

"Layar tv sdh ada di rumah penduduk tapi siarannya alamakkkk! Ayolah cerdas dikit napa bikin kebijakan. @jokowi," tulis Fahri Hamzah.

Lebih lanjut Fahri Hamzah mengurai, Kemendikbud dapat memanfaatkan keberadaan TV lokal untuk menyiarkan materi pembelajaran.

Untuk konten pendidikan dapat diambil dari YouTube atau dicari di Google.

Walau saat ini negara tengah mengalami krisis, tapi stasiun TV, kata Fahri Hamaah, tidak terlihat mengalami hal serupa.

"Kan TV lokal juga banyak. Konten ada di youtube dan google."

"Daring kan juga bisa pakai studio tv lokal. Ada lah caranya."

"Masak sih kita kehabisan akal."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved