Breaking News:

Pilkada di NTT

Pilkada di NTT, Keuskupan Agung Kupang Imbau Parpol Ikut Protokol Kesehatan

Pilkada di NTT, Keuskupan Agung Kupang imbau partai politik ikut protokol kesehatan

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD. Gerardus Duka, Pr, Senin (07/09/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang, Pr melalui Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD. Gerardus Duka, Pr mengimbau kepada partai politik (parpol) dalam Pilkada 2020 mendatang, agar menjaga protokol kesehatan dalam aktivitas politik.

Sebagai warga indonesia, kita berada dalam situasi yang menjadi suatu keperhatinan global, urainya, sehingga kita tidak dapat terlena dengan situasi ini, tetapi kita membutuhkan etiket baik untuk bagaimana menangani persoalan pandemi covid-19 ini, termasuk etiket-etiket baik di dalam politik.

RD. Gerardus, Senin (07/09/2020), di Keuskupan Agung Kupang, mengatakan, dalam konteks kehidupan demokrasi yang ada di indonesia dan juga dalam konteks menghadapi pandemi Covid-19 ini, kita tidak bisa mengelakan peristiwa politik yang semakin dekat.

KBM di SMAN 2 Maumere Diawasi Satgas Covid-19

Oleh sebab itu, menurut RD. Gerardus mengimbau para bakal calon dari 9 kabupaten di propinsi NTT yang akan bertanding dalam pilkada 2020 ini, agar menjaga protokol kesehatan di dalam aktivitas politik, khususnya aktivitas kampanye.

Sehingga kesehatan masyarakat dan kita semua terjaga. Kata RD. Gerardus

Dalam konteks pilkada 2020, menurut RD. Gerardus, partai politik (parpol) yang bertanding harus mengutamakan demokrasi yang berbasis etika.

Upaya Dini Pemerintah Cegah Malaria di Kabupaten Belu

"Bahwa ini adalah wujud dari salah satu demokrasi yang merupakan bagian integral dari kehidupan kita sebagai manusia memperjuangkan kesehatan sosial bagi masyarakat, maka segala aktivitas politik tetap menjaga persatuan dan kerukunan antar umat beragama serta masyarakat yang berada di Provinsi NTT, khususnya di wilayah para kandidat melakukan aktivitas politik atau kegiatan demokrasi," ujarnya

Vikjen Keuskupan Agung Kupang ini menegaskan, para kandidat yang akan bertanding dalam pilkada 2020 ini, tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, agar pilkada ini jangan memecah belah persatuan kerukunan antar umat beragama, sehingga kita yang berada dalam persoalan global ini, selalu rukun membangun solidaritas untuk mengatasi wabah pandemi covid-19 ini.

"Segala politisasi agama, segera dihentikan sudah," tegasnya

Jangan jadikan agama sebagai jembatan, kata DR. Gerardus, atau medium untuk menggolkan tujuan dari politik yang bersifat sesaat.

DR. Gerardus menyampaikan, untuk 9 kandidat dari g kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan menjalani sebuah proses demokrasi dalam tataran politik ini, supaya menjaga hal ini demi kedamaian selalu senantiasi ditumbuhkan oleh masyarakat.

"Masyarakat yang sudah susah saat ini oleh persoalan wabah pandemi covid-19 harus tetap dijaga dengan segala etiket politik yang tepat dan baik, sehingga semua proses dapat menumbuhkan kedamaian, keadilan serta dapat mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat secara luas, khususnya di wilayah pilkada mendatang berlangsung," tuturnya

RD. Gerardus mengajak partai politik dari 9 kabupaten di Provinsi NTT yang mendukung para kandidatnya, supaya tidak jadikan suasana ini menjadi hampa atau kosong, tetapi hindarilah hal-hal yang bersifat konfiktif dan semuanya harus bermuara kepada persoalan-persoalan masyarakat yang ada saat ini dalam situasi yang sangat sulit, khsusnya pada kesejahteraan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Dia berharap, semoga pilkada di Provinsi NTT, khususnya di 9 kabupaten itu, pada akhirnya mencapi pilkada yang aman, damai serta mendorong masyarakat atau individu-individu untuk tetap saling menghargai dengan berbasis kearifan lokal yang ada di tempat masing-masing. Kata RD. Gerardus Duka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved