Breaking News:

Salam Pos Kupang

Pilkada Di Tengah Pandemi

Babak baru itu ditandai dengan perhelatan politik yang kini sedang terjadi di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi NTT

Pilkada Di Tengah Pandemi
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SAAT ini ternyata kita sudah memasuki babak baru perpolitikan di tanah air. Babak baru itu ditandai dengan perhelatan politik yang kini sedang terjadi di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi NTT.

Di daerah ini, ada 9 kabupaten yang sedang menggelar pesta politik pemilihan bupati dan wakil bupati untuk periode lima tahun ke depan.

Tersebutlah Kabupaten Malaka, Belu, Timor Tengah Utara (TTU), Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Barat, Mangggarai, Manggarai Barat dan Kabupaten Ngada.

Warga Sikka Krisis Air Bersih

Itu artinya pada sembilan kabupaten tersebut, para calon sedang bertarung untuk merebut hati masyarakat agar dipilih menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah di daerah masing-masing.

Sesuai tahapan dan jadwal, pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati mulai dilaksanakan hari ini Jumat, 4 September. Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing- masing daerah akan menerima pendaftaran hingga tanggal 6 September. Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan oleh bakal calon untuk mendaftar. Kita meyakini bahwa segala administrasi persyaratan telah disiapkan sehingga proses pendaftaran berjalan aman dan lancar.

Dari Merdeka Belajar menuju Belajar Merdeka

Bahwa pesta politik yang demikian, bukan baru di Tanah Air, bukan pula sebagai hal istimewa di negeri ini. Hajatan politik itu telah menjadi hal lumrah dalam perhelatan akbar setiap lima tahunan.

Namun hal baru yang terjadi saat ini, adalah pesta politik tersebut, berlangsung di tengah-tengah kegusaran publik akan bahaya virus corona yang sampai detik ini belum juga berakhir.

Itu artinya, penyelenggaraan Pilkada kali ini berlangsung di tengah meluasnya virus corona. Tentunya itu sangat berisiko terhadap penularan virus tersebut kepada masyarakat.

Jangan sampai gara-gara hajatan demokrasi ini, menjadikan Indonesia terutama NTT, sebagai klaster yang paling mengerikan atas penularan virus ini.

Sebab, di satu pihak NTT masih berstatus zona hijau pandemi Covid-19, namun di pihak lain askses dari dan ke NTT kini terbuka lebar. Belum lagi di saat yang sama, masyarakat ramai-ramai berkumpul untuk memeriahkan pesta demokrasi tersebut.

Kita berharap agar penyelenggara Pilkada jangan berhenti menyosialisasikan protokol kesehatan selama pesta Pilkada berlangsung. Ini penting agar Pilkada kali ini berlangsung tanpa jatuhnya korban jiwa gegara virus corona.

Ini harus jadi komitmen bersama, agar pesta demokrasi ini menjadi era baru masyarakat menuju NTT yang sehat, NTT yang bersih dan NTT yang maju tanpa corona. Semoga *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved