Breaking News:

Opini Pos Kupang

La Plus Belle Histoire Vivante et Les Plus Beaux Souvenirs Sont en NTT

Ungkapan perasaan ini, terlukis dan terpatri begitu indah dalam relung hati penulis selama hampir setahun di NTT

La Plus Belle Histoire Vivante et Les Plus Beaux Souvenirs Sont en NTT
Dok
Logo Pos Kupang

Oleh : Irjen Pol Hamidin, Mantan Kapolda NTT

POS-KUPANG.COM - Ungkapan perasaan ini, terlukis dan terpatri begitu indah dalam relung hati penulis selama hampir setahun di NTT. Sebuah kenangan terindah yang akan menjadi catatan sejarah dan nostalgia indah dalam rangkaian hidup penulis. Kehidupan sosial yang dinamis di tengah berbagai keterbatasan.

Selama hampir setahun penulis bertugas di NTT, hampir semua kabupaten dan pelosok di NTT pernah penulis kunjungi. Tokoh adat, tetua adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, raja bahkan tetua desa adat hampir di semua kabupaten pernah penulis temui.

Sudah berapa banyak colekan kapur dan daun sirih dan pinang iris yang penulis terima, sudah berapa banyak selendang dikalungkan di leher, penulis tidak mampu untuk mengingatnya lagi.

BRT Angin Segar Bagi Warga Kota Kupang

Yang penulis catat bahwa masyarakat Flobamorata NTT ini sesungguhnya sangatlah dinamis dan hangat. Dalam tata pergaulan mereka sungguh sangat humble dan menerima berbagai perbedaan. Memang ada sekat dalam tatanan adat namun tidak kemudian menjadikan mereka menjadi kelompok ekslusif.

Konsep ketokohan "worship" dalam kehidupan sehari-hari ada, namun tokoh bukan menjadi penentu kebijakan, sungguh jauh dari model ototitarian. Tokoh adalah tempat berdialog dan berdiskusi, utamanya masalah sosial umum dan konsep mempertahankan adat. Semua berjalan harmonis sekalipun daerah itu tergolong miskin.

Terakhir penulis bertemu Raja Boti, di daerah yang gersang, hasil bumi dengan panen yang tidak begitu baik, ditambah masyarakat yang 90 persen masih buta huruf karena adat tidak mencatat keharusan duduk di bangku sekolah.

Pilkada Sumba Barat, Paket Niga-Oris Dan Toni-Agus Mendaftar Hari Pertama di KPU

Sang Raja dengan humble menerima penulis, dan saat pulang, mereka memberi oleh- oleh hasil pertanian dan ayam jago sebagai simbol adat dan persaudaraan terhadap penulis.

Dan hampir di semua desa adat dan kerajaan Flobamorata mereka memberlakukan kebiasaan adat mirip-mirip serupa itu. Di tengah berbagai keterbatasan masih ada konsep memberi, berbagi, dan bersatu dalam asa dan rasa.

Laut Keindahan Luar Biasa

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved