Breaking News:

Salam Pos Kupang

BRT Angin Segar Bagi Warga Kota Kupang

KEHADIRAN Bus Rapid Transit ( BRT) di Kota Kupang yang diresmikan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore

Doc PROKOMPIM Kota Kupang
LEPAS BALON -- Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota, Herman Man, bersama Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe dan Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Padron Paulus, melepas balon gas sebagai tanda diresmikan pengoperasian BRT, Senin (31/8/2020). 

POS-KUPANG.COM - KEHADIRAN Bus Rapid Transit ( BRT) di Kota Kupang yang diresmikan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Senin (31/8/2020) merupakan angin segar bagi warga Kota Kupang terutama pelajar dan mahasiswa.

Pengoperasian BRT, bertujuan untuk mengurai titik-titik kemacetan serta mengakomidir para penumpang menuju pusat pendidikan dan tempat tujuan lainnya sesuai rute yang ada.

Selama ini dengan keterbatasan angkutan kota (angkota) dan banyak jalur yang belum dilalui angkota menyulitkan warga terutama pelajar dan mahasiswa. Untuk jalur yang belum dilalui angkota, warga Kota Kupang terutama pelajar dan mahasiswa terpaksa menyewa ojek dengan biaya yang lebih mahal.

Pilkada Sumba Barat, Paket Niga-Oris Dan Toni-Agus Mendaftar Hari Pertama di KPU

Ojek adalah transportasi umum tidak resmi di Indonesia berupa sepeda motor atau sepeda yang disewakan dengan cara memboncengkan penumpang. Penumpang biasanya satu orang namun kadang bisa berdua.

Selain Ojek, warga juga menggunakan jasa transportasi lainnya seperti grab dan taksi. Upaya Pemerintah Kota Kupang untuk membantu warga dari kesulitan transportasi dalam kota patut diberikan apresiasi. Dan, di masa pandemi Covid-19 saat ini, upaya tersebut sangat membantu masyarakat.

Tiga Hari Terakhir Jaringan Internet dan Telepon Terjadi Gangguan di Bajawa

Memang, penyediaan layanan transportasi bagi warga Kota Kupang bukanlah hal baru. Karena, sebelumnya Pemkot Kupang juga menyediakan beberapa bus Pemkot untuk melayani warga Kota Kupang terutama pada jalur-jalur yang belum dilayani angkota.

Upaya yang baik dan mulia tersebut memiliki tantangan tersendiri karena muncul banyak penolakan dari para sopir angkota dan tukang ojek. Kendalanya adalah ketika layanan transportasi tersebut dilakukan, masyarakat setempat justru menolak karena dinilai mencaplok rejeki mereka terutama para sopir angkota, sopir pikap dan tukang ojek.

Mereka menilai layanan transportasi yang disiapkan pemerintah merugikan mereka terutama dari segi pendapatan.

Munculah berbagai macam aksi protes baik demonstrasi ke gedung DPRD Kota Kupang dan Kantor Wali Kota Kupang, mogok masal, dan yang paling ekstrim adalah melakukan pengrusakan terhadap bus Pemkot Kupang, seperti melempar kaca bus, menggemboskan ban, dan aksi brutal lainnya.

Aksi-aksi tersebut sangat disesalkan, karena masih banyak masyarakat yang belum mengerti pelayanan pemerintah. Untuk itu, perlu ada duduk bersama semua pihak, baik pengusaha, organisasi angkutan darat (Organda), tokoh masyarakat, pemerintah, dan DPRD untuk mengkaji lebih jauh terkaiat pelayanan BRT.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved