Breaking News:

Dinas Sosial Provinsi NTT Gelar Sosialisasi Memperkuat Restorasi Sosial Melalui PSKS

Dinas Sosial NTT menggelar sosialisasi memperkuat restorasi sosial melalui Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial ( PSKS)

POS-KUPANG.COM/ONCY REBON
Pose bersama Kadis Sosial Provinsi NTT, bersama para peserta sosialisasi, Kamis, 03/09/2020 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Dinas Sosial NTT) menggelar sosialisasi memperkuat restorasi sosial melalui Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial ( PSKS).

Kegiatan yang digelar pada, 03/9/2020 di Aula Dinas Sosial Provinsi NTT, Jl Rambutan No. 10 Kupang ini, menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh pendidikan, pelajar atau mahasiswa, LSM, rganisasi sosial, aktivis kemanusiaan, dunia usaha dan unsur Aparatur Sipil Negara ( ASN).

Kadis Dukcapil Sampaikan Terobosan-trobosan pada Sidang Komisi DPRD Kota Kupang

Sosialiasi tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Drs, H Jamal Ahmad, M.M. Sekitar 60 Peserta ikut serta dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya Jamal Ahmad mengatakan, saat ini nilai-nilai dan semangat penghargaan atau penghormatan bagi mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raganya telah tergerus oleh berbagai macam perkembangan dan kemajuan teknologi.

Nikmati Staycation Murah dan Nyaman di Swiss-Belinn Kristal Kupang

"Saya kira kita semua tahu, dari berbagai media. Banyak orang mempertanyakan eksistensi NKRI. Bagaimana benih-benih PKI kembali didorong untuk muncul. Bagaimana konsep tentang khilafah, dalam versi Hizbuth Tahrir Indonesia (HTI) kita bisa lihat di mana-mana. Mereka berjuang saat ini mencari modus operandinya," ucap Haji Jamal.

HTI masuk melalui teknologi informasi untuk bisa mengendalikan paradigma berpikir kaum muda, bahwa sesungguhnya "ideologi bangsa saat ini dianggap sudah tidak betul ".

Menurutnya, paradigma berpikir yang dibangun oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab tersebut, menggerogoti nilai-nilai kepahlawanan, menggeroti moralitas kaum muda, dan nasionalisme setiap warga negara Indonesia.

Berdasarkan penelitian Nahdatul Ulama menunjukan bahwa, para generasi muda saat ini tidak tertarik dengan video porno. Generasi muda memiliki tendensi untuk lebih tertarik dengan gerakan-gerakan radikal.

"Gerakan-gerakan tersebut, terakumulasi dengan membentuk kekuatan-kekuatan yang menghancurkan kesatuan dan semangat nasionalisme bangsa kita," tandas Haji Jamal.

Kadis Sosial Provinsi dan juga Ketua NU NTT ini menerangkan bahwa, apa yang dibangun oleh para pejuang, para pahlawan dan founding father Bangsa Indonesia yang berjuang seakan ingin dirubah oleh oknum-oknum yang memiliki jiwa radikal.

Oleh karena itu, menurutnya, generasi muda harus melihat fenomena tersebut sebagai bahaya potensial yang dalam kurun waktu tertentu akan meledak.

"Manakala kita tidak memaknai jerih payah, memaknai suka-duka perjuangan bambu runcing. Dan hal ini yang segera kita lakukan untuk menjaga dan membangun mindset bahwa generasi muda adalah masa depan dari bangsa ini," tutup Haji Jamal (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oncy Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved