Breaking News:

Salam Pos Kupang

Waspadai Dampak Kekeringan

SEJAK bulan Mei 2020 lalu, wilayah Provinsi NTT sudah memasuki musim kemarau. Sejak saat itu, hujan praktis sudah tidak turun lagi di NTT

Waspadai Dampak Kekeringan
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SEJAK bulan Mei 2020 lalu, wilayah Provinsi NTT sudah memasuki musim kemarau. Sejak saat itu, hujan praktis sudah tidak turun lagi di NTT. Sementara teriknya matahari kian menyengat.

Tak hanya tidak turun hujan. Sejak Mei lalu, kondisi cuaca di wilayah NTT juga boleh dibilang sangat ekstrem. Tak hanya panas matahari yang kian menyengat, tapi juga Provinsi NTT dilanda angin kencang. Bahkan kencangnya terasa lebih dahsyat dari biasa yang terjadi selama ini.

Mulainya musim kemarau yang ditandai dengan tidak turunnya hujan dan teriknya panas matahari setiap hari, diikuti dengan angin kencang, sangat terasa dampaknya saat ini.

Sukseskan Pilkada Serentak 2020, TNI-Polri Gelar Rapat Koordinasi Bersama KPUD TTU, Simak INFO

Pohon-pohon mulai meranggas dan tandus, debu-debu beterbangan, padang ilalang kering dan kebakaran padang ilalang dan hutan pun terjadi dimana-mana. Warga di seluruh wilayah Provinsi NTT pun kini menjerit kekurangan air minum bersih.

Kencangnya tiupan angin beberapa bulan terakhir ini memberi andil yang sangat besar dalam proses percepatan pengeringan atau penurunan debit sumber mata air.

Simak Kronologi Lengkap Penemuan Mayat di Nagekeo

Musim kemarau yang datang bersamaan dengan angin kencang saat ini bukannya tanpa dampak lanjutannya. Bahkan dampak lanjutannya diprediksi bakal lebih ekstrem dari kondisi yang terjadi saat ini.

Sebagaimana yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Kemarau panjang mengakibatkan terjadi gagal tanam dan gagal panen. Jika terjadi gagal tanam dan gagal panen, maka sudah bisa dipastikan akan terjadi rawan pangan.

Jika masyarakat mengalami rawan pangan sudah bisa dipastikan masyarakat akan kelaparan. Apabila ini yang terjadi maka sudah pasti akan terjadi kasus gizi buruk dan berbagai macam penyakit lainnya.

Tak hanya kelaparan dan rawan pangan. Kekurangan air juga mendatangkan berbagai macam penyakit. Sebab apabila terjadi kekurangan air, masyarakat akan jarang mandi, mengkonsumsi air yang kurang memenuhi standar kesehatan. Akibat kekurangan air masyarakat tidak bisa menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat tinggalnya.

Selain itu, angin kencang yang terjadi saat ini juga turut memberi kontribusi bagi datangnya berbagai macam penyakit, seperti diare dan muntaber. Sebab akibat angin kencang, debu-debu beterbangan dan memasuki air dan tempat-tempat makanan mengakibatkan air minum dan makanan yang akan dikonsumsi ikut tercemar debu.

Ada begitu banyak dampak kekeringan dan angin kencang yang tidak bisa disebutkan satu persatu disini. Karena itu, sebelum dampak lanjutan yang diprediksi bakal terjadi itu benar-benar terjadi, pemerintah diharapkan untuk melakukan antisipasi secara dini.

Antisipasi itu dilakukan antara lain dengan memperkuat ketahanan pangan, menyediakan atau memperkuat stok obat-obatan, serta membantu menyediakan air bersih bagi masyarakat. Dengan antisipasi dini diharapkan dampak yang berakibat fatal tidak terjadi. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved