Breaking News:

Polisi Periksa Saksi dan Korban Kasus Besipae TTS

Polda NTT menjadwalkan pemeriksaan para saksi dan korban dalam kasus Besipae, Kabupaten TTS

Polisi Periksa Saksi dan Korban Kasus Besipae TTS
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT Kombes Jo Bangun

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Hari ini, Senin (31/8/2020), Polda NTT menjadwalkan pemeriksaan para saksi dan korban dalam kasus Besipae, Kabupaten TTS.

Pemeriksaan terhadap saksi dan korban dijadwalkan dilaksanakan di Subdit II Ditreskrimum Polda NTT mulai pukul 09.00 Wita.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Jo Bangun membenarkan jadwal pemeriksaan tersebut.

Forum PRB Nagekeo Gelar Diskusi Bahas Adaptasi Kebiasaan Baru dan Penanganan Covid-19

Kombes Jo mengatakan, pihak Polda NTT melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah laporan tersebut merupakan tindak pidana atau bukan.

"Masih proses penyelidikan. Kita minta keterangan untuk menentukan tindak pidananya," kata Kombes Jo ketika dihubungi POS-KUPANG.COM pada Senin pagi.

Sementara itu, ketua tim kuasa hukum warga Besipae, Akhmad Bumi mengatakan, sesuai surat panggilan penyidik Ditreskrimum Polda NTT, sebanyak sembilan warga Besipae diminta untuk memberikan keterangan di Polda NTT.

Ketua DPC Hanura TTU Yasintus Lape Naif Didapuk Jadi Ketua Tim Pemenangan Paket Fresh

"Yang beri keterangan warga Besipae sesuai surat panggilan penyidik ada Ibu Ester Selan, Marthin Manao, Marni Mariana, Sofia Sae, Ferdinan Daud Tenis, Jamal Yosafal Ariyanto Nubatonis, Daud Selan, Nikodemus Manao," katanya.

Ia berharap pengungkapan kasus yang dilaporkan masyarakat ini dapat berjalan dengan profesional dan transparan.

Warga Besipae melaporkan Pemprov NTT khususnya satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTT ke Polda NTT pada Rabu, 19 Agustus 2020 silam.

Martheda Esterlina Selan, warga Pubabu-Besipae Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten TTS bersama lima ibu rumah tangga lainnya mengadukan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) NTT kepada Polda NTT atas tindakan penggusuran pengrusakan rumah.

Menurut Martheda, Satpol PP NTT merusak rumah mereka sekaligus, pagar dan tanaman pertanian. Selain itu, semua perlengkapan dapur termasuk stok makanan milik mereka pun hilang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved