Breaking News:

Nurmiati Berharap Pemerintah Memperhatikan Para Pasien Cuci Darah

Salah satu pasien cuci darah di RSUD WZ Johannes Kupang, Nurmiati, berharap pemerintah bisa memperhatikan biaya para pasien cuci darah

POS-KUPANG.COM/ONCY REBON
Pose bersama Jurnalis Pos Kupang, bersama Ketua KPCDI dan Pasien Cuci Darah dalam kegiatan ngobrol asyik, di ruang redaksi Pos Kupang, Minggu, 30/08/2020 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Salah satu pasien cuci darah di RSUD WZ Johannes Kupang, Nurmiati, berharap pemerintah bisa memperhatikan biaya para pasien cuci darah.

"Dan untuk pemerintah bisa tolong bantu kami pasien cuci darah. Mengenai obat-obatan dan lain-lain," ujarnya dalam ngobrol asyik, Berjuang Untuk Berani Hidup Pasien Cuci Darah, Minggu, 30/08/2020.

Dikatakan Numiarti, pengalaman 14 tahun menjadi pasien cuci darah menguras banyak biaya. Terkadang, dirinya kesulitan membayar biaya cuci darah darah yang boleh dibilang sangat mahal.

Truk Sahabat Terbalik di Ruas Jalan Feondari-Welakiro, Sopir Terluka 3 Penumpang Selamat

Hal Senada disampaikan Masri, suami Nurmiati. Dikatakan Masri, pihaknya berharap pemerintah dapat membantu biaya pasien cuci darah yang tidak termasuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan.

Masri juga mengucapkan terima kasih karena beberapa tenaga medis selalu memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pasien cuci darah.

Update Corona Sumba Timur - Sejak 21 Juli Hingga Saat Ini Tidak Ada Kasus Positif

Ia berpesan agar mereka selalu tabah dan sabar dalam memberikan pelayanan khususnya bagi pasien cuci darah.

Ketua KPCDI NTT, Noura Susantry pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa, fasilitas mesin cuci darah di NTT sangat minim. Oleh karena itu, ia menganjurkan kepada pemerintah untuk mengadakan mesin cuci darah beberap daerah untuk membantu para pasien.

Selain itu, pihaknya meminta beberapa rumah sakit yang ada di kupang menyiapkan ruangan khusus cuci darah bagi pasien hepatitis dan lain-lain agar para pasien tidak "dilempar" ke rumah sakit umum.

"Karena rumah sakit umum itu pasiennya ful," tandasnya.

Pada momen tersebut, Noura Susantry berterima kasih kepada Dokter Nina Keraf yang telah menghubungi para donatur sampah demi membantu para pasien cuci darah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oncy Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved