Breaking News:

Salam Pos Kupang

Drama di Balik Pendaftaran Pilkada

MESKI dibayangi bahaya pandemi Covid-19 yang menjangkiti Indonesia sejak awal Maret lalu, Pilkada Serentak tetap digelar pada 6 Desember 2020

Drama di Balik Pendaftaran Pilkada
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - MESKI dibayangi bahaya pandemi Covid-19 yang menjangkiti Indonesia sejak awal Maret lalu, Pilkada Serentak tetap digelar pada 6 Desember 2020.

Pemilihan kepala daerah merupakan hajatan publik yang sangat dinanti-nantikan banyak kalangan, menggugah rasa berpikir untuk mencernanya. Drama politik cukup alot dan ramai diperbincangkan.

Kini, genderangnya semakin gaung berbunyi menyusul para kandidat yang bertarung segera mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum ( KPU). Pendaftaran sebagai legitimasi hukum seorang kandidat secara sah sebagai kontestan pesta demokrasi lima tahunan ini.

UPT Penda NTT Wilayah Malaka Sambangi Pasar Betun, Ini yang Dilakukan

Pendaftaran para kandidat ke KPU sebagai klimaks proses yang terjadi di tingkat akar rumput maupun partai politik. Banyak drama di baliknya.

Akar rumput menimang figur yang dinilai mampu membangun daerah dan prorakyat agar diakomodir partai politik. Kegaduhan politik sangat terlihat ketika para kandidat yang ingin merebut kekuasaan berusaha mendapatkan pintu parpol dengan aneka sepak terjang hingga ke tingkat pusat.

Ada yang berkoalisi, berafiliasi. Ada pula yang tidak berkeringat karena partainya memenuhi syarat untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati tanpa harus 'mengemis' dan mengetuk pintu parpol lain. Aneka intrik politik dimainkan parpol untuk meloloskan figur yang dijagokan hingga ada upaya memasung kandidat lain agar tidak mendapatkan pintu. Bahkan ada rekomendasi parpol yang sulit ditebak. Ini sebagai tanda konstelasi internal partai sangat sengit meski di belakangnya banyak pihak yang gigit jari. Pun jamak terdengar masih ada parpol yang 'menganggur' tidak mencalonkan figurnya.

Reaktif Rapid Test, Tiga Pelaku Perjalanan Karantina di Puskesmas Boawae Nagekeo

Tak heran, dinamika politik ini banyak menghadirkan kejutan. Figur-figur yang dianggap 'tenggelam' selama ini bisa menjadi kuda hitam untuk menghadapi petahana yang kebanyakan 'bernafsu' untuk memimpin lagi.

Bahkan ada calon independen atau perseorangan yang dilirik partai politik karena hasil survei lapangan mendapat tempat di hati masyarakat.

Suatu pilihan yang bijak ketimbang mencalonkan figur baru, jangan-jangan sebagai kucing dalam karung karena masyarakat sebagai pemegang legitimasi demokrasi tidak mengetahuinya.

Dengan demikian biaya politik tidak dibuang percuma. Ini adalah hitung-hitungan parpol yang sangat cerdas demi kredibilitas. Bukan sekadar mencalonkan figur lalu menuai kekalahan.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved