Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tanam Karang dan Lepas Tukik di Oesina
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo melakukan penanaman terumbu karang dan rumput laut
Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo melakukan penanaman terumbu karang dan rumput laut serta melepas tukik secara simbolis di tepi Pantai Oesina, Desa Lifuleo Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, NTT pada Jumat (28/8/2020) sore.
Penamaan karang dan rumput laut serta pelepasan tukik tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan selama dua hari di Provinsi NTT.
Rombongan Menteri Edhy tiba di Kupang pada Jumat (28/8) sekira pukul 13.30 Wita. Rombongan disambut oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
• 160 Anak NTT Dapat Beasiswa Rp 2,88 Miliar Kementerian Kelautan Perikanan
Dalam kunjungan kerja selama dua hari tersebut, Menteri Edhy Prabowo didampingi tim Kementerian Kelautan Perikanan baik para Dirjen hingga jajaran. Hadir Dirjen BRSDM R. Sjarief Widjaja, Dirjen Budidaya Slamet Soebyakto, Dirjen PRL Aryo Hanggono dan Kepala Badan BKIPM Rina.
Hadir pula bersama menteri, anggota Komisi V DPR RI dan Komisi VI DPR RI serta anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto dan Angelo Wake Kako.
• Warga Dusun Korbau di Belu Sampaikan Tiga Persoalan Pokok
Sebelum melakukan kunjungan ke Desa Lifuleo Kecamatan Kupang Barat, rombongan Menteri Edhy terlebih dahulu melakukan peninjauan rumput laut milik PT Matsyaraja Arnawa Stambhapura (MAS) di Desa Bolok Kecamatan Kupang Barat Kota Kupang sekirapukul 14.15 WIB.
Menteri Edhy dan rombongan tiba di Pantai Ekowisata Oesina Desa Lifuleo Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang sekira pukul 16.50 Wita.
Di lokasi tersebut, Menteri Edhy Prabowo langsung melakukan penanaman terumbu karang, rumput laut dan melepas tukik secara simbolis di tepi pantai. Selanjutnya, Menteri Edhy menyerahkan secara simbolis bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan kepada perwakilan masyarakat.
Bantuan tersebut terdiri dari bantuan benih rumput laut Euchema senilai Rp 400 juta rupiah kepada empat kelompok dari empat desa yakni Desa Tesabela, Desa Kuanheun, Desa Tablolong dan Desa Oenaek. Bantuan juga diberikan kepada Masyarakat Konservasi (Kompak) senilai Rp 100 juta untuk konservasi biota laut dilindungi.
Menteri Edhy juga menyerahkan secara simbolis beasiswa kepada taruna/taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang senilai Rp 2,88 miliar. Beasiswa tersebut diberikan kepada 160 taruna/taruni dengan Rp 18 juta per tahun.
Selain itu, CSR senilai Rp 100 juta untuk Kelompok Sadar Wisata Desa Lifuleo berupa pembangunan tempat berteduh dan CSR senilai Rp 100 juta berupa benih rumput laut bagi warga Desa Lifuleo.
Kepada wartawan, Menteri Edhy mengatakan bahwa kunjungan kerjanya ke NTT untuk melihat langsung potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki wilayah kepulauan ini. Ia memuji potensi Kelautan dan perikanan provinsi NTT yang menurutnya belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Laut maupun pantai di sini luar bisa tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Saya melihat ini adalah peluang besar untuk membangun ekonomi di wilayah ini," ujar Menteri Edhy saat diwawancara.
Ia berkeyakinan, pembangunan dari sektor kelautan dan perikanan akan memberikan manfaat ekonomi yang bagus bagi NTT yang memiliki luas wilayah laut yang luas.
"Semua tim kami bawa. Kami yakin pembangunan yang dimulai dari laut maka sektor-sektor di NTT ekonominya segera bagus," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/menteri-kelautan-dan-perikanan-edhy-prabowo-tanam-karang-dan-lepas-tukik-di-oesina.jpg)