Delapan Keluarga yang Terkena Musibah Kebakaran Diungsikan ke Rumah Warga
Camat Biboki Anleu Alexander Tabesi mengatakan bahwa, saat ini delapan keluarga yang terkena musibah kebakaran diungsikan sementara
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Camat Biboki Anleu Alexander Tabesi mengatakan bahwa, saat ini delapan keluarga yang terkena musibah kebakaran di Desa Nifutasi, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten TTU diungsikan sementara ke rumah-rumah warga.
Selain diungsikan ke rumah tetangga, sebagian keluarga terpaksa tinggal dibawah pohon karena rumahnya ludes dilahap si jago merah.
Meskipun demikian, jelas Alexander, pihaknya bersama dengan pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten TTU untuk segera menyalurkan bantuan.
• Angin Puting Beliung Robohkan Gedung SDK Don Bosco Naunu, Kabupaten Kupang
"Tadi pagi sudah dapat bantuan dari BPBD Kabupaten TTU, tetapi itu berupa seng dan beras saja. Sementara masyarakat sangat butuh makanan dan pakayanan. Karena pakayan mereka habis," ungkap Camat Alexander Tabesi kepada Pos Kupang saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (28/8/2020).
Alexander berharap, pemerintah daerah Kabupaten TTU supaya bisa segera menyalurkan bantuan bahan makanan yang banyak karena tidak ada yang bisa diselamatkan dalam musibah kebakaran tersebut.
• Bethesda Yakkum Gelar Pelatihan Pembuatan Desinfektan Sabun Herbal dan Handsanitizer
"Kemudian kita berharap pemerintah daerah juta bantu pakaian untuk mereka karena yang sisa hanya baju dibadan saja," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 8 unit rumah warga di Dusun III, RT/RW 09/04, Desa Nifutasi, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ludes dilahap sijago merah pada, Kamis (27/8/2020).
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut namun kerugian material yang dialami oleh delapan kepala keluarga itu mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini pada, Jumat (28/8/2020) menyebutkan bahwa delapan unit rumah yang terbakar tersebut milik Lambertus Berek, Maria Beli, Marsel Abatan, Anton Kefi, Agustinus Tabesi, Dominikus Mau, Paulus Subani dan Paulus Tnesi dengan jumlah jiwa sebanyak 48 jiwa.
Sumber api dalam peristiwa kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari arah hutan Boenkau di wilayah itu. Kobaran api merambat dengan cepat melahap habis 8 unit rumah tersebut, karena pada saat itu, kondisi angin bertiup sangat kencang. Meskipun demikian tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Selain delapan unit rumah yang ludes terbakar, empat lumbung padi dan jagung, satu buah toko, hewan ternak kambing sebanyak dua ekor, babi sebanyak satu ekor juga ludes terbakar.
Kobaran api baru dapat dipadamkan oleh mobil tangki milik Bumdes Desa Nifutasi sekitar pukul 22:00 malam, karena kondisi rumah yang jauh dari sumber air.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, total kerugian material dalam musibah tersebut ditaksir mencapai Rp. 350 juta. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bpbd-ttu-salurkan-bantuan-tanggap-darurat-untuk-8-keluarga-yang-terkena-musibah-kebakaran.jpg)