PANAS, Perang Di depan Mata, China Tembakan Dua Rudal Jelajah ke LCS , Peringatan Untuk Amerika
Sementara di kawasan Laut China Selatan yang 90 persen wilayah itu diklaim China terdapat armada perang Amerika mulai dari kapal induk , kapal penjela
PANAS, Perang Di depan Mata, China Tembakan Dua Rudal Jelajah ke LCS , Peringatan Untuk Amerika
POS KUPANG.COM -- Saling unjuk kekuatan Amerika dan China di Laut China Selatan atau LCS semakin menuju puncak panas
Kedua negara sudah di ambang perang besar setelah China menembakan dua rudal penjelajah ke arah Laut China Selatan.
Sementara di kawasan Laut China Selatan yang 90 persen wilayah itu diklaim China terdapat armada perang Amerika mulai dari kapal induk , kapal penjelajah hingga kapal selam
Di udara Laut China Selatan juga hilir mudik pesawat-pesawat pembom Amerika serta pesawat-pesawat nirawak yang memantau pergerakan China di kawasan itu
Dikutip dari South China Morning Post, militer China menembakkan rudal 'pembunuh kapal induk' ke Laut China Selatan sebagai 'peringatan kepada Amerika Serikat'
Senjata satu dari dua dikirim melalui perairan yang disengketakan sehari setelah pesawat mata-mata Amerika dilaporkan mendekati latihan angkatan laut China, kata sumber itu.
PLA melenturkan otot dalam menanggapi pengujian AS lanjutan dari garis bawah Beijing, kata analis
Amerika Serikat telah dituduh mengirim pesawat mata-mata U-2 ke zona larangan terbang selama latihan militer tembakan langsung China.

China meluncurkan dua rudal, termasuk "pembunuh kapal induk", ke Laut China Selatan pada Rabu pagi, sumber yang dekat dengan militer China mengatakan, mengirimkan peringatan yang jelas ke Amerika Serikat.
Tindakan itu dilakukan satu hari setelah China mengatakan sebuah pesawat mata-mata U-2 AS memasuki zona larangan terbang tanpa izin selama latihan angkatan laut China di Laut Bohai di lepas pantai utara.
Salah satu rudal, DF-26B, diluncurkan dari provinsi barat laut Qinghai, sementara yang lainnya, DF-21D, lepas landas dari provinsi Zhejiang di timur.
Keduanya ditembakkan ke daerah antara provinsi Hainan dan Kepulauan Paracel, kata sumber itu.
Rudal tersebut ditembakkan satu hari setelah Lockheed U-2 (foto) terbang melalui daerah tersebut. Foto: Wikimedia
Rudal tersebut ditembakkan satu hari setelah Lockheed U-2 (foto) terbang melalui daerah tersebut. Foto: Wikimedia

Area pendaratan berada dalam zona yang menurut otoritas keamanan maritim Hainan pada hari Jumat akan terlarang karena latihan militer dari Senin hingga Sabtu.