GURU Boleh Tersenyum, Mendikbud Nadiem Alihkan Dana Ini untuk Bantuan Pulsa Pengajar di Sekolah

Setelah diputuskan ditunda, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim mengalihkan dana Program Organisasi Penggerak (POP) menjadi

Editor: Alfred Dama
Dok. Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim 

GURU Boleh Tersenyum, Mendikbud Nadiem Alihkan Dana Ini untuk Bantuan Pulsa Pengajar di Sekolah

POS KUPANG.COM -- Di masa pendemi saat ini, pemerintah tetap memperhatikan kelangsungan proses pendidikan di Indonesia

Meski tetap belajar di rumah, namun proses tersebut diharapkan tak behenti. 

Guna melancarkan komunikasi dan proses pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI  memberikan pulsa untuk guru. Kabar gembira ini bisa membuat guru tersenyum

Setelah diputuskan ditunda, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) Nadiem Makarim mengalihkan dana Program Organisasi Penggerak (POP) menjadi bantuan pulsa untuk guru di masa pandemi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memastikan bahwa Program Organisasi Penggerak (POP) ditunda.

Menurut Nadiem, ada beberapa faktor yang menjadi bahan evaluasi sebelum memutuskan akhirnya POP ditunda.

Ilustrasi sekolah di masa pandemi
Ilustrasi sekolah di masa pandemi (Antara Foto via infokita.grid.id)

Namun, ia memastikan bahwa program tersebut akan berjalan pada tahun 2021.

“Setelah kami evaluasi selama satu bulan, kami memutuskan, karena ada beberapa faktor, untuk menunda program POP untuk tahun 2020.

Mantan Atta Halilintar Muncul,Nabilla Aprillya Posting Nyuruh Istighfar, Sindir Aurel Hermansyah?

RAMALAN ZODIAK Hari ini Jumat 28Agustus 2020:Taurus Hari Baik Jalankan Rencana,Leo Introspeksi Diri

TERUNGKAP Perlakuan Sarwendah Pada Betrand Peto, Begini Tabiat Istri Ruben Onsu Pada Anak Angkat

Ayu Ting Ting Dilabrak Saat Kepergok Goyang Hot di Depan JuaraIndonesian Idol,Padahal Punya Kekasih

PANAS, Perang Di depan Mata, China Tembakan Dua Rudal Jelajah ke LCS , Peringatan Untuk Amerika

Jadinya program POP itu akan mulai di tahun 2021,” kata Nadiem saat rapat kerja dengan Komisi X di DPR RI, Kamis (27/8/2020).

“Jadi masih akan jalan, tetapi dengan memberikan kita waktu untuk melakukan berbagai macam penyempurnaan yang sebagian direkomendasikan oleh organisasi-organisasi masyarakat besar,” ucap dia.

Nadiem mengatakan, ada beberapa pertimbangan yang akhirnya membuat program POP diputuskan untuk ditunda, salah satunya untuk dapat merangkul kembali organisasi masyarakat di dunia pendidikan. 

"Pertama, untuk memastikan kita bisa merangkul organisasi-organisasi masyarakat di dunia pendidikan yang luar biasa pentingnya untuk program kita dan untuk masyarakat Indonesia dengan ilmu mereka sudah berpuluh-puluh tahun," ujar Nadiem.

Kedua, memberi waktu kepada organisasi-organisasi masyarakat tersebut untuk merencanakan program pelatihan mereka, terutama mempersiapkan program di tengah pandemi Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved