Breaking News:

Dua Komponen Penting Pembangunan dan Penataan Kota Kupang ala Firmanmu

Duet kepemimpinan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore - Wakil Walikota Kupang Herman Man akan genap berusia tiga tahun

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore bersama Pemimpin Redaksi POS-KUPANG Hasyim Ashari saat acara Baomong Asyik Ayo Terus Berubah yang diselenggarakan POS-KUPANG pada Jumat (21/8/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Duet kepemimpinan Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore - Wakil Walikota Kupang Herman Man akan genap berusia tiga tahun pada 22 Agustus 2020 besok.

Berangkat dari semangat Ayo Berubah, duet kepemimpinan Jefry - Herman Man melakukan berbagai terobosan dan kerja kerja nyata untuk mengubah wajah Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam acara Ngobrol Asyik Ayo Terus Berubah di Kantor Pos Kupang, jalan WR Monginsidi III Fatululi pada Jumat (31/8) malam, Wali kota Jefri Riwu Kore mengungkap bahwa duet mereka praktis baru bekerja selama dua tahun jika dihitung dari proyeksi pekerjaan.

Pemprov NTT Siapkan Rp 50 Miliar Untuk Pengembangan Ikan Kerapu Masyarakat di Rote Ndao

Hal ini karena pada tahun pertama, mereka bekerja berdasarkan anggaran pemerintah sebelumnya yang disetujui oleh dewan.

"Kepemimpinan saya dan pak Herman Man, 22 Agustus 2017 sampai 22 Agustus 2020. Secara hitung hitungan sudah tiga tahun tetapi secara proyeksi pekerjaan baru dua tahun kerja. Karena tahu pertama praktis tidak bebeja karena anggaran disetujui dewan sebelumnya, tahun ini masuk tahun ketiga," ungkap wali kota Jefri Riwu Kore saat ditanya oleh host, Hasyim Ashari tentang bagaimana memimpin Kota Kupang selamat tiga tahun.

Walikota Kupang: Ada Dua Masalah Besar Yang Ada Di Kota Kupang

Saat awal memimpin, jelas Jefri, bersama wakilnya, Herman Man, mereka melihat dan menginventarisir masalah Kota Kupang.

Dua masalah utama yang ditemukan mereka adalah bagaimana menata infrastruktur kota secara baik dan bagaimana membantu masyarakat yang tidak beruntung.

"Itu dua komponen besar yang menjadi perhatian kita," katanya.

Penataan infrastruktur dijelaskan Jefri termasuk infrastruktur pendidikan dan kesehatan.

"Karena itu pada tahun pertama kita melihat kota ini harus segera ditata secara baik, pertama tata mengenai infrastruktur jalan, lampu jalan, drainase, taman kota dan sebagainya," terang Jefri.

Menurut Jefri, komponen itu yang menyebabkan orang menilai sebuah kota.

"Kalau kampung pasti gelap gulita, tamannya tidak ada dan sebagainya trotoar, air bersih dan sebagainya," jelas Jefri.

Ia mengatakan, oleh karena itu, pemerintah mengalokasikan sejumlah uang untuk menata kota. Namun demikian, ia mengaku, sumber dana tidak hanya sebatas pada PAD.

"Sumber utama PAD, tetapi bukan hanya itu, kita harus punya kemampuan untuk menata kota dengan dana dari pihak lain," katanya.

Ia mengaku meski belum maksimal, namun dukungan luar biasa dari DPRD Kota Kupang memungkinkan semua program dan penataan kota bisa berjalan dengan baik. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved