Berita internasional

Korea Utara Punya 60 Bom Nuklir dan 2.500-5.000 Ton Senjata Kimia, SIMAK Laporan Militer AS, INFO

Militer Amerika Serikat (AS) mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa Korea Utara diyakini menyimpan 60 bom n

Editor: Ferry Ndoen
(KCNA via REUTERS)
Gambar yang dirilis oleh media Korea Utara, KCNA, pada 28 Maret 2020 menunjukkan benda yang diklaim sebagai peluncur roket ganda super besar. Korea Utara kembali melaksanakan tes senjata di tengah wabah virus corona. 

"Korea Utara juga bisa melakukan aktivitas invasi komputer dari wilayah mereka sendiri," ujar militer dalam pengamatan mereka.

Laporan tersebut menyusul temuan PBB bahwa Korut diyakini bisa mengembangkan peralatan nuklir yang muat ke dalam rudal balistik.

Korut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat.
Korut unjuk kekuatan melawan kemungkinan adanya agresi negara lain, terutama yang disangka Amerika Serikat. (EPA/BBC)

Gempa dekat lokasi uji coba nuklir
Sementara itu, di awal tahun lalu, gempa berkekuatan 2,8 magnitudo mengguncang wilayah Korea Utara (Korut) bagian timur laut, dekat lokasi uji coba nuklir, pada Rabu (2/1/2019).

Demikian laporan dari Badan Meteorologi Korea Selatan (KMA), seperti diwartakan Yonhap News. KMA mencatat, pusat gempa berada di 11 km timur dari lokasi uji coba nuklir Punggye-ri di Kilju, Provinsi Hamgyong Utara, pada pukul 07.20 waktu setempat.

GAMBAR ini menunjukkan sebelum dan sesudah situs uji Punggye-ri, di mana pada 3 September 2017 dilakukan pengujian bom di bawah tanah. Gambar di sebelah kiri adalah sebelum dilakukan pengujian yang diperoleh pada 1 September 2017, sementara gambar setelah pengujian menunjukkan tanah longsor. (AFP/Planet/HO/Kompas.com)
Lokasi tersebut sebelumnya dipakai sebagai uji coba nuklir Korea Utara yang keenam dan terkuat di bawah tanah pada September 2017.

"Gempa dianggap terjadi secara alami karena pengaruh uji coba nuklir keenam Korea Utara," kata analis geologi KMA, Woo Nam-cheol.

Gambar yang diambil pada 24 Agustus 2019 dan dirilis 25 Agustus oleh kantor berita Korea Utara 9KCNA) memperlihatkan Pemimpin Korut kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui.
Gambar yang diambil pada 24 Agustus 2019 dan dirilis 25 Agustus oleh kantor berita Korea Utara 9KCNA) memperlihatkan Pemimpin Korut kim Jong Un merayakan uji coba senjata peluncur roket berukuran besar di lokasi yang tidak diketahui. (KOMPAS.com/AFP/KCNA VIA KNS)

CNN melaporkan, uji coba nuklir pada September 2017 merupakan yang paling kuat dilakukan oleh kepemimpinan Kim Jong Un.

Hasil ledakan nuklir tersebut diperkirakan oleh Kementerian Pertahanan Jepang mencapai 160 kiloton.

Ledakan itu menciptakan guncangan awal berkekuatan 6,3 magnitudo, dan selanjutnya menyebabkan serangkaian gempa susulan dan runtuhnya situs uji coba.

Namun, situs tersebut sudah ditutup dengan mengundang media internasional pada upacara penutupan lokasi uji coba nuklir Punggye-ri yang digelar tahun lalu.

Korea Utara menghancurkan pintu masuk pada setidaknya tiga terowongan yang digunakan untuk uji coba nuklir, bangunan peninjauan, pengecoran logam, dan markas untuk tinggal.

Meski demikian, tidak ada ahli senjata independen yang hadir pada acara tersebut.

Gempa pada Rabu terjadi sehari setelah Kim Jong Un menegaskan komitmennya soal denuklirisasi dalam pidato tahunan di Tahun Baru.

Dia menegaskan, negaranya tidak akan membuat, menguji, menggunakan, atau memperbanyak senjata nuklir. 

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korea Utara Diyakini Simpan 60 Bom Nuklir" Penulis: Ardi Priyatno Utomo

Foto latihan artileri terbesar Korea Utara pada tahun 2017, yang disebut
Foto latihan artileri terbesar Korea Utara pada tahun 2017, yang disebut (24h)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Laporan Militer AS: Korea Utara Diyakini Punya 60 Bom Nuklir dan 2.500-5.000 Ton Senjata Kimia, https://wartakota.tribunnews.com/2020/08/19/laporan-militer-as-korea-utara-diyakiini-simpan-60-bom-nuklir-dan2500-5000-ton-senjata-kimia?page=all.

Editor: Fred Mahatma TIS

Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved