Sediakan Timbangan Badan Di Muka Restoran, Diprotes Lalu Minta Maaf. Ini Alasan Sebenarnya
Sebuah restoran di China meletakkan timbangan badan di muka restoran agar pelanggan mengukur berat badan sebelum memesan makanan, namun diprotes.
POS-KUPANG.COM - Sebuah restoran di China sengaja meletakkan timbangan badan di muka restoran.
Para pelanggan diharapkan akan mengukur berat badan mereka sebelum mulai memesan makanan.
Namun, inisiatif manajemen restoran ini diprotes berbagai pihak.
Akhirnya, pengelola restoran ini meminta maaf atas kegaduhan yang mereka timbulkan.
Padahal, restoran tersebut bermaksud membuka mata pelanggan untuk mengetahui berapa bobot mereka, sebelum memesan makanan yang cocok.
• Tetap Perkasa di Usia 86 Tahun, Kata Kakek Sugiono Paling Enak Perempuan 30-40 Tahun. Kenapa?
• Sadis, Semua Anjing Peliharaan Disita dan Dibawa ke Restoran Untuk Dimasak. Apa Alasan Kim Jong Un?
Restoran The Chuiyan Fried Beef tersebut berlokasi di Changsha, Provinsi Hunan.
Pengelolanya menyatakan, timbangan dan saran menu diberlakukan di tempat itu sebagai tanggapan atas seruan Presiden Xi Jinping agar China mulai mengurangi limbah makanan.
Kedua timbangan tersebut ditempatkan di pintu masuk restoran, dan pelanggan disarankan untuk untuk menimbang diri.
• Dijodohkan Sule, Amanda Caesa Salah Tingkah Ditanya Rizky Febian Soal Jodohnya Dengan Dul Jaelani
Lalu, panduan yang ditempatkan bersama dengan timbangan itu memberikan saran terkait pilihan makanan dan ukuran porsi untuk pria dan wanita, tergantung kisaran berat badannya.
Langkah itulah yang lalu memicu kritik di media sosial.
Para pelanggan yang merasa inisiatif berbasis berat badan menimbulkan rasa malu yang berlebihan.

Terkait kegaduhan itu, pihak restoran melalui sebuah unggahan di situs microblogging Weibo mengaku "sangat menyesal" atas kebijakan dalam program tersebut.
• 4 Daftar Makanan Ini yang Sering Dikonsumsi Saat Wanita Korea Hamil, Apa Saja?
"Tujuan kami adalah untuk menganjurkan agar tidak membuang-buang makanan, dan agar orang-orang memesan dengan cara yang sehat," demikian bunyi pesan dalam unggahan itu.
Selain itu, mereka juga memastikan, tidak ada kewajiban bagi konsumen untuk menimbang badan sebelum memesan makanan.
Semuanya dilakukan dengan sukarela.