Sabtu, 30 Mei 2026

Kenali 5 Tanda Anak Kecanduan Film Dewasa Begini Cara Mengatasinya

Dalam jangka panjang, kecanduan film dewasa bisa memicu berbagai dampak buruk, seperti mengganggu konsentrasi anak

Tayang:
Editor: Hermina Pello
(Shutterstock)
Ilustrasi pornografi. 

- Ketika anak mulai menunjukkan kegelisahan ketika tidak bisa mengakses internet.

- Ketika anak mulai menunjukkan perilaku agresif ketika gawainya diambil.

- Ketika anak mulai menunjukkan perilaku seksual yang menyimpang, seperti suka memainkan alat kelaminnya atau tertangkap suka menjahili adik atau anak tetangga yang berlawanan jenis kelamin.

"Kita perlu melakukan terapi terhadap anak-anak seperti ini. Orangtua bisa membawa anak ke dokter spesialis tumbuh kembang anak atau psikiater," ucap dr. Eva.

Mencegah kecanduan pornografi Untuk mencegah anak yang belum cukup umur mengakses konten pornografi hingga mengalami kecanduan, orangtua bisa melakukan beberapa cara.

Misalnya, dengan memberi pengertian tentang apa yang boleh diakses dan tidak.

Lakukan ini sejak anak pertama kali diperbolehkan mengakses internet.

Selain itu, buat aturan yang disepakati bersama tentang alasan batasan-batasan anak dalam mengakses internet.

Komunikasikan dari awal mengenai alasan pembatasan itu dan apa dampaknya untuk mereka.

"Mudah-mudahan anak bisa dilindungi semaksimal mungkin agar terlindung dari konten pornografi, terutama dampak panjang," ungkapnya.

Anak Anggap Remeh Perempuan

Menurut penelitian, anak laki-laki yang melihat pornografi pada usia muda , akan cenderung memiliki keyakinan misoginis—bahwa wanita harus dikendalikan oleh pria.

Sedangkan anak yang menikmati pornografi pada usia yang lebih besar cenderung menjadi playboy.

Temuan yang dipresentasikan di American Psychological Association ini menyebutkan bahwa usia di mana pria pertama kali melihat pornografi dapat mempengaruhi sikap mereka terhadap wanita dan seks.

"Seperti dugaan, mereka yang mengenal pornografi pada usia yang lebih muda cenderung lebih kuat mengadopsi norma-norma maskulinitas," kata peneliti Christina Richardson dari University of Nebraska kepada Fatherly.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved