Breaking News
Senin, 4 Mei 2026

Terima Kasih Jokowi, Presiden Dua Kali Berbusana Adat NTT

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat bangga karena Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dua kali mengenakan pakaian adat NTT

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Presiden Jokowi menggunakan pakaian adat Amanatun, TTS dalam upacara memperingati Kemerdekaan RI ke-75 

Dalam upacara kemerdekaan kali ini, Presiden memasuki lapangan upacara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker berwarna putih yang sepadan dengan warna pakaian adat dari TTS.

Upacara HUT RI di Istana Merdeka pada tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Jumlah peserta yang hadir dibatasi. Masyarakat dan sebagian besar pejabat negara dan pejabat daerah mengikuti upacara kemerdekaan secara virtual.

Dalam upacara kali ini, hanya tiga anggota Paskibraka Nasional 2020 yang ditugaskan untuk mengibarkan Sang Merah Putih.

Indrian Puspita Rahmadhani dari Provinsi Aceh terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih. Lahir di Bireuen, 10 November 2003, Indrian saat ini menempuh pendidikan di SMAN 1 Bireuen. Dua orang lainnya dari tim tersebut yang akan mengibarkan bendera Merah Putih ialah Muhammad Adzan dari Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Adzan bertugas sebagai komandan kelompok sekaligus pembentang bendera. Kemudian I Gusti Agung Bagus Kade Sanggra Wira Adhinata dari Provinsi Bali yang bertugas sebagai pengerek bendera.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai 68 orang, tahun ini anggota paskibraka yang bertugas di istana hanya delapan orang. Jumlah anggota Paskibraka yang betugas dipangkas karena pandemi Covid-19.

Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyatakan, perbedaan utama terlihat dari jumlah peserta yang menghadiri upacara. Biasanya peserta dan tamu undangan yang hadir bisa mencapai ribuan jumlahnya.
Namun, di tengah pandemi Covid-19, peserta upacara yang mengikuti hanya 20 orang.

"Tentunya dari konsep adalah sangat sederhana sekali. Biasanya ratusan peserta mengikuti upacara, sekarang hanya 20 peserta upacara dan di mimbar kehormatan hanya 14 orang saja," ujar Bey dalam siaran langsung peringatan detik-detik proklamasi di Istana Merdeka, sebagaimana dikutip dari Kompas TV.
(hh/din/kompas.com)

Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved