Senin, 27 April 2026

Terima Kasih Jokowi, Presiden Dua Kali Berbusana Adat NTT

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat bangga karena Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dua kali mengenakan pakaian adat NTT

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Presiden Jokowi menggunakan pakaian adat Amanatun, TTS dalam upacara memperingati Kemerdekaan RI ke-75 

"Itu busana adat dari wilayah Kecamatan Amanatun Selatan. Terima kasih, Pak Presiden, sudah pakai busana adat kami. Kami sangat bangga," ucap Bupati Epy Tahun saat dihubungi via telepon, Senin siang.

Menurutnya, busana adat itu biasa dikenakan oleh semua lapisan masyarakat pada saat kegiatan adat ataupun lainnya. "Ini sejarah buat kami karena bertepatan dengan perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan RI," ujarnya.

Bupati Epy Tahun berterima kasih kepada Ibu Julie Sutrisno Laiskodat, istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, yang telah membantu menyediakan busana adat TTS itu.

Kebanggaan juga disampaikan Ketua DPRD TTS Marcu Mbau. Ia mengucapkan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada Presiden Jokowi yang telah menggunakan pakaian adat TTS.

Menurutnya, apa yang dilakukan Presiden Jokowi sebagai bentuk dukungan dan upaya pelestarian budaya, khususnya budaya TTS.

"Sebagai orang TTS, saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan Pak Presiden Jokowi. Apa yang dilakukan beliau sebagai bentuk dukungan dalam upaya pelestarian budaya, khususnya budaya TTS," ujarnya.

Marcu mengatakan, saat ini objek wisata TTS sedang viral . Oleh sebab itu, ke depan pemerintah daerah perlu memberikan dukungan dan pengembangan budaya dan objek wisata TTS.

"Akhir-akhir ini TTS sangat viral dengan objek wisata dan budayanya. Ini menjadi potensi yang perlu kita kembangkan ke depan. Saya berharap ada program nyata pemerintah daerah dalam melestarikan budaya dan pengembangan objek wisata di TTS," imbuh Marcu.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten TTS Yudit Selan juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, apa yang dilakukan Jokowi sebagai bentuk promosi terhadap kekayaan budaya TTS.

"Saya yakin setelah apa yang terjadi hari ini, dimana Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat TTS pasti banyak orang yang akan mencari tenun ikat khas TTS. Ini peluang yang harus ditangkap oleh penggiat tenun dan Pemda TTS," ujar politisi Partai Demokrat ini.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Sekretariat Presiden di Jakarta, dalam baju adat yang dikenakan Presiden Jokowi, terdapat kain motif Kaif berantai nunkòlo.
Motif tersebut sudah dimodifikasi dari bentuk belah ketupat (motif geometris) dengan batañg tengah yang berartì sumber air, dan bagian pinggir bergerigi melambangkan wilayah yang berbukit dan berkelok-kelok.

Sedangkan warna merah melambangkan keberanian laki-laki nunkolo. Sejumlah aksesoris yang disematkan di pakaian adat itu untuk menambah indah kain tenun, dan tentunya memiliki makna kegunaan praktis.

Aksesoris destar yakni ikat kepala atau Pilu. Ada tiga jenis Yi U Raja dengan bentuk dua tanduk kecil yang artinya fungsi Raja yang melindungi.

Kemudian, ikat di kepala sebagai penutup kepala untuk pelindung yang menjadi tanda kebesaran Raja sebagai Mahkota.

Berikutnya, tas sirih pinang dan kapur. Aksesoris itu untuk menunjukkan budaya makan sirih pinang sebagai budaya pemersatu atau persatuan dan juga melambangkan tanda kasih dan hormat. Maka tas sirih pinang selalu dikenakan.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved