Terima Kasih Jokowi, Presiden Dua Kali Berbusana Adat NTT
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat bangga karena Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dua kali mengenakan pakaian adat NTT
POS-KUPANG.COM | KUPANG -Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat bangga karena Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dua kali mengenakan pakaian adat NTT pada saat momen kenegaraan.
Jokowi berbusana adat Sabu Raijua menghadiri Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8). Kepala Negara kembali memakai pakaian adat Timor Tengah Selatan (TTS) ketika menjadi inspektur upacara bendera memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2020).
• Soekarno-Hatta Diculik Di Rengasdengklok: Tempat Bersejarah Berusia 100 Tahun
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, dari lubuk hati yang paling dalam, saya dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah mengenakan tenunan adat Sabu Raijua. Dan, dalam upacara detik-detik proklamasi, Presiden memakai tenunan NTT lagi, kita tentu sangat berbangga sekali," ucap Gubernur Viktor dalam pidatonya saat upacara bendera peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin pagi.
Kebanggaan tersebut beralasan karena Jokowi menunjukkan kecintaannya terhadap masyarakat NTT. Jokowi tidak hanya memberi perhatian pembangunan, namun juga penghargaan terhadap budaya masyarakat.
Gubernur Viktor mengenakan pakaian adat Rote Ndao, lengkap dengan topi Ti'i Langga. Pejabat pemerintah yang hadir juga memakai pakaian adat.
Dalam upacara bendera kali ini, hanya tiga orang pengibar bendera, yaitu John T Neno (siswa SMA Negeri 1 SoE), Pedro GP Sjioen (siswa tamatan SMA Negeri 1 Kupang) dan Anastasia Maong (tamatan SMA Giovanni Kupang).
Setelah upacara bendera, dipentaskan Tarian Nusa Bungtilu, Tarian Batu Matia dan Tarian Muni Jo. Gubernur Viktor dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi beserta seluruh peserta dan tamu undangan larut dalam tari Muni Jo dan Ja'i.
Wakil Gubernur NTT juga menyampaikan terima kasih kepada Jokowi. "Kita sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang sungguh sungguh menaruh cinta untuk masyarakat NTT," ucap Josef usai pemberian remisi kepada narapidana dan anak di Lapas Kelas IIA Kupang, Senin sore.
Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. Menurutnya, pemaknaan terhadap hal tersebut bukan hanya sebatas pada soal Presiden memakai pakaian adat atau tenunan NTT.
Wanita yang akrab disapa Emi ini mengatakan, apa yang dilakukan Presiden Jokowi menjadi motivasi bagi masyarakat NTT.
"Ini akan menjadi kekuatan bagi pemberdayaan masyarakat. Masyarakat NTT memiliki "proud" atau kebanggaan terhadap budayanya yang luar biasa. Tetapi apa yang dilakukan Jokowi juga menjadi sebuah penghargaan karya intelektual dari para perempuan yang ada di kampung-kampung," ujar Emi.
"Kita berterima kasih kepada Presiden yang dengan ini membuat kita menjadi makin termotivasi untuk merasa bahwa apa yang selama ini dilakukan oleh perempuan- perempuan penenun kita itu sesuatu yang luar biasa," tambah Emi.
Ia menegaskan, karya-karya perempuan yang dihasilkan dalam bentuk tenunan menjadi penanda bahwa karya intelektual perempuan-perempuan di NTT dapat dibanggakan. "Ini karya intelektual yang bagi saya karya perempuan yang luar biasa, mereka memberikan karya terbaik mereka," tandasnya.
Bupati TTS Bangga
Terpisah, Bupati TTS Egusem Pieter Tahun juga bangga karena Jokowi mengenakan pakaian adat TTS. Pria yang akrab disapa Epy Tahun ini menyebut busana adat yang dipakai Jokowi berasal dari kampung halamannya, Amanatun Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/presiden-jokowi-menggunakan-pakaian-adat-amanatun.jpg)