Taktik Licik China Memaksa Indonesia dan Malaysia Makin Terdesak, Tapi Indonesia Tak Gentar
China terus bermanufer di Laut China Selatan untuk menunjukan kekuatan dan eksistentinya atas klaim wilayah kaya sumber daya alam tersebut
Taktik Licik China Memaksa Indonesia dan Malaysia Makin Terdesak, Tapi Indonesia Tak Gentar
POS KUPANG.COM -- China terus bermanufer di Laut China Selatan untuk menunjukan kekuatan dan eksistentinya atas klaim wilayah kaya sumber daya alam tersebut
Dua negara yang berada di kawasan harus terdesak dengan taktik licik China
Meski demikian Indonesia tak pernah gentar dengan manuver China. Hal ini dibuktkan saat kapal-kapla TNI AL berani mengusir kapal penjaga pantai China yang masuk ke perairan Natuna Utara
Pemerintah Tiongkok tak berhenti menggunakan cara licik untuk menguasai Laut Cina Selatan.
Trik licik yang digunakan pemerintah Tiongkok ini bahkan membuat Indonesia dan Malaysia semakin terdesak.
Tentu saja taktik yang digunakan pemerintah Tiongkok untuk menguasai Laut Cina Selatan ini berdampak buruk bagi Indonesia dan Malaysia.
Seperti kita ketahui, Laut China Selatan kini semakin mendapat perhatian internasional.
• Komentar Najwa Shihab pada Foto Cantiknya dan Kutipan Galau Terpampang di Belakang Truk, Tak Terduga
• China-India Memanas Lagi, Perundingan, Terancam PerangHindustan Kirim 35 Ribu Tentara ke Perbatasan
• RAMALAN ZODIAK Hari ini Jumat 14 Agustus 2020 , Libra Atasanmu Dipecat , Sagitarius Dupuji Atasan
• Ungkapan Hati Veronica Tan Selama iniDiam,Tak Diperhatikan Ahok yangSelalu Pergi Pagi PulangMalam
• Artis Muda Akan Meninggal Hingga Bikin Geger Tahun ini Diterawang Mbak You , Siapakah?
Mengutip CNN, Senin (8/6), kapal-kapal China dan Malaysia terperangkap dalam konflik besar selama lebih dari satu bulan sejak awal tahun 2020 di dekat Pulau Kalimantan di Laut China Selatan.
Konflik itu terjadi saat kapal Malaysia, Capella Barat, tengah mencari sumber daya di perairan yang juga diklaim Beijing.
Saat itu, sebuah kapal survei Tiongkok, disertai dengan kapal penjaga pantai, berlayar ke daerah tersebut dan mulai melakukan pemindaian, menurut gambar satelit yang dianalisis oleh Institut Transparansi Maritim Asia (AMTI).
Hal itu kemudian direspons Malaysia dengan mengerahkan kapal ke daerah itu, yang didukung kapal perang Amerika Serikat yang melakukan latihan bersama di Laut China Selatan.
Beijing mengklaim tengah melakukan kegiatan normal di perairan di bawah yurisdiksi Tiongkok.
Kendati selama berbulan-bulan kapal-kapal China dituding memburu kapal-kapal negara lain yang mencoba mengeksplorasi sumber daya di perairan yang diklaim China miliknya.
Sekarang para ahli mengatakan, China mengadopsi taktik yang semakin kuat dan berisiko memicu konflik baru dengan kekuatan regional utama seperti Malaysia dan Indonesia.