Breaking News:

Opini Pos Kupang

Suhu Terasa Dingin di Puncak Musim Kemarau

Beberapa hari terakhir suhu udara di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur, cukup dingin

Suhu Terasa Dingin di Puncak Musim Kemarau
Dok
Logo Pos Kupang

Oleh: Fera Adrianita, S.Si, M.Si, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kupang-BMKG

POS-KUPANG.COM - Beberapa hari terakhir suhu udara di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur, cukup dingin dan mengalami penurunan signifikan pada malam hari.

Secara umum, kondisi suhu dingin ini terjadi sebagai akibat dari adanya aliran massa udara dingin dan kering dari wilayah benua Australia yang dikenal dengan aliran monsun dingin Australia.

Menguatnya aliran angin Monsun Australia biasanya berkaitan dengan perkembangan sistem tekanan tinggi atmosfer di atas Benua Australia yang mendorong masa udara memiliki aliran yang lebih kuat dari biasanya.

TRIBUN WIKI: Melihat Pesona Pantai Batu Putih di Nangaroro Nagekeo

Secara klimatologis, monsun dingin Australia aktif pada periode bulan Juli-Agustus, yang umumnya merupakan periode puncak Musim Kemarau di wilayah Indonesia selatan ekuator.

Seiring dengan penguatan angin Monsun Australia yang mengalirkan massa udara dingin dan kering dari Benua Australia menuju Asia melewati Samudera Indonesia dan wilayah Benua Maritim Indonesia.

Bus Eksklusif Kota Kupang

Desakan aliran udara kering dan dingin dari Australia ini menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih dingin, terutama pada malam hari dan dapat dirasakan lebih signifikan di wilayah dataran tinggi atau pegunungan.

Prediksi Puncak Musim Kemarau

Musim kemarau kini tengah terjadi di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. 23 Zona Musim (daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan jelas antara periode musim kemarau dan musim hujan) di Provinsi NTT telah 100% memasuki awal musim kemarau di bulan April, dengan rincian sebagai berikut: ZOM 250 (Adonara, Solor dan Lembata) yang terlebih dahulu masuk musim kemarau di bulan Januari; kemudian ZOM 247, 248 (Sikka dan Flores Timur bagian barat) di bulan Februari; selanjutnya ZOM 245, 246 (Nagekeo bagian utara, Ende dan Sikka bagian barat), ZOM 249 (Flores Timur bagian utara), ZOM 255, 256, 257, 258 (Sumba Timur bagian selatan, Sabu, Rote, Kota Kupang, Kupang bagian barat), ZOM 259 (Timor Tengah Selatan dan Malaka), ZOM 261 (Kupang bagian timur dan Timor Tengah Selatan bagian barat), ZOM 263 (Timor Tengah Utara dan Belu bagian utara) di Bulan Maret; dan yang paling akhir ZOM 241, 242,243, 244 (Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo bagian tengah dan selatan dan Ende bagian Barat), ZOM 251 (Alor, Pantar), ZOM 252,253, 254 (Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur bagian utara), ZOM 260 (Timor Tengah Selatan bagian utara), dan ZOM 262 (Kupang bagian utara dan Timor Tengah Utara bagian barat) yang masuk musim kemarau di Bulan April.

Bulan Agustus merupakan bulan yang diprediksikan oleh BMKG sebagai Puncak Musim Kemarau bagi sebagian besar wilayah NTT. Puncak Musim Kemarau didefinisikan sebagai bulan atau periode waktu terkering dimana curah hujan yang turun di wilayah yang sedang mengalami kemarau berada pada tingkat paling rendah/minimum.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved