Breaking News:

Salam Pos Kupang

Bus Eksklusif Kota Kupang

PEMERINTAH Kota Kupang segera mengoperasikan lima bus angkutan massal untuk melayani masyarakat

Bus Eksklusif Kota Kupang
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PEMERINTAH Kota Kupang segera mengoperasikan lima bus angkutan massal untuk melayani masyarakat. Tarif penumpang disubsidi pemerintah hingga 50 persen. Ide ini tentu sangat bagus untuk masyarakat kebanyakan.

Pertanyaannya, apa urgensi dari Pemkot Kupang dengan pengadaan bus eksklusif? Apakah bus lebih penting atau pemerintah kembali mengatur trayek dari satu tempat ke tempat lainnya dalam wilayah Kota Kupang?

Paket AG-AG Silahturahmi ke Tokoh Adat Nggorang

Pertanyaan ini tentu agak menggelitik karena membantu sarana bus tentu tidak menghilangkan persoalan ini yang dialami masyarakat Kota Kupang saat ini. Bagi masyarakat yang berada di wilayah pinggiran seperti kawasan Naimata, Liliba hingga Penfui contohnya, mungkin pemerintah sudah saatnya membuatkan trayek baru.

Kalau pemerintah hanya pengadaan bus lalu tidak mengatur trayek penumpang dalam kota maka terkesan sangat mubazir. Saat ini, warga Kota Kupang mengalami ekonomi biaya tinggi dalam aspek transportasi.

Uang Yang Dititipkan di Toko Rejeki Hilang, Marianus Gaharpung: Siapa Yang Bertanggungjawab

Hanya untuk satu dua kilometer jarak tempuh, tukang ojek menetapkan tarif sesukanya. Padahal, kalau semua wilayah dalam kota telah diatur trayek maka ongkos-ongkos yang tidak perlu itu bisa dieliminir oleh masyarakat.

Saat ini, warga Kota Kupang sebenarnya krisis ekonomi akibat semua biaya dalam bidang transportasi terbilang mahal. Mungkin ini juga yang terbaik kalau pemerintah mengkaji seperlunya soal tarif angkutan termasuk soal ojek hingga grab. Mungkin ini menjadi perhatian.

Kemudian lagi, pengadaan bus umum dalam masa pandemi Covid-19, apakah suatu pola yang aman? Bagaimana pengaturan yang dilakukan pemerintah dalam menjaga jarak dalam kendaraan dan bagaimana keamanan penumpang?

Apakah ada petugas khusus yang mengecek suhu tubuh penumpang dan menyemprotkan cairan disinfektan? Ini sejumlah hal yang harus dipikirkan benar oleh pemerintah. Belum lagi bus tersebut digunakan tanpa batas tertentu sehingga setiap orang bisa menggunakan jasa bus eksklusif. Hati-hati jangan sampai bus eksklusif justru menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, kebijakan Pemkot Kupang terkait bus eksklusif hendaknya diikuti dengan kesiapan sektor lain. Paling tidak, perspektif keamanan masyarakat juga harus menjadi jaminan. Jangan-jangan kita mengatakan eksklusif hanya dalam hitungan hari tetapi selanjutnya menjadi morat marit atau tidak menentu.

Mungkin pemikiran strategis ke depan bukan soal transportasi saja tetapi yang hal urgen sekarang ini, sebenarnya masyarakat Kota Kupang sudah mulai terpuruk secara ekonomi. Jadi mungkin soal lapangan kerja mungkin menjadi perhatian pemerintah. Pengangguran yang tidak kentara justru banyak terlihat di kota ini.

Salah satu hal yang harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Kupang adalah terkait dengan strategis penanganan soal kebutuhan para anak sekolah atau mahasiswa. Mungkin pada tataran mahasiswa tidak terlalu kentara tetapi kalau tingkat SLTP dan SLTS, masalah transportasi sangat urgen. Mereka tidak diperkenankan membawa kendaraan bermotor di sekolah karena umur belum cukup.

Belum lagi kita bicara soal keadilan lainnya. Apakah kehadiran bus eksklusif tidak mengganggu pendapatan dari para sopir angkutan kota?.

Ketika pendapatan sopir terganggu akibat adanya subsidi maka di sini akan muncul rasa iri yang memicu ketidakadilan. Pemerintah juga harus mengantisipasi kemungkinan terjelek dari masalah yang ditimbulkan akibat adanya subsidi hingga 50 persen.

Semuanya harus melalui pengkajian yang benar dan teliti sehingga tidak ada yang dirugikan dari sebuah kebijakan baru. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved