Berita Tukang Urut dan Rumah Mewah
Tukang Urut Tunanetra Pasutri Beli Rumah Ratusan Juta Cash, Ini Kisah Viral di Facebook
Pasangan tukang urut tunanetra mampu membeli rumah seharga ratusan juta dari usahanya banting tulang.
POS KUPANG.COM--- Pasangan tukang urut tunanetra mampu membeli rumah seharga ratusan juta dari usahanya banting tulang.
Kisah perjuangan pasangan tukang urut tunantera tersebut dibagikan seorang warganet hingga viral di Facebook sejak Jumat (7/8/2020).
Sementara itu, tak sedikit yang penasaran dengan kerja keras tukang urut tunantera hingga mampu mewujudkan mimpinya.
Awalnya seorang warganet dengan akun Facebook Fauzy Trisaksono membagikan kisah kehidupan sepasang suami istri yang berprofesi sebagai tukang urut.
Dalam unggahannya, Fauzy menceritakan jika setiap pagi ia melihat pasangan tukang urut itu melewati kediamannya.
Kemudian, unggahannya menjadi bahan perbincangan warganet setelah dibagikan ulang oleh akun Instagram @mak_inpoh.
Unggahan Fauzy Trisaksono yang diunggah ke Instagram dan banjir tanggapan (Instagram)
Unggahan itupun banjir tanggapan dan tidadk sedikit yang terkagum dengan kisah keduanya hingga viral.
Dihubungi Tribunnews.com, pemilik akun Fauzy Trisaksono membagikan kisahnya seputar pasutri tukang urut tunanetra yang kerap ia temui.
Fauzy menceritakan bahwa hampir setiap hari ia melihat pasutri tersebut berjalan bergandengan tangan di depan rumahnya.
"Yang saya tau suaminya tunanetra, sehingga kemana-mana selalu membawa tongkat pemandu. Beliau berprofesi sebagai tukang urut," kata Fauzy kepada Tribunnews, Sabtu (8/8/2020).
Seperti dilansir dari artikel berjudul "Bekerja sebagai Tukang Urut, Pasangan Suami Istri Tunanetra Ini Mampu Beli Rumah Ratusan Juta"
Fauzy melanjutkan, awal pertemuan dirinya dengan pasangan tersebut terjadi saat ada kegiatan berbagi sembako.
"Dimana beliau masuk dalam daftar penerima bantuan di lingkungan kami. Selebihnya hanya kenal sekedar menyapa di jalan," imbuhnya.
Hingga kemudian, sekitar dua minggu lalu, anak Fauzy terkilir tangannya.
Dirinya langsung teringat bapak tukang urut yang kerap melintasi depan rumahnya.