News

Tiga Tahun Firmanmu Pimpin Kota Kupang, Ada Perubahan, Digelar Festival Kolaboratif, Ini Tanggalnya

Tak terasa sudah tiga tahun Paket Firmanmu, Jefri Riwu Kore dan Herman Man memimpin Kota Kupang.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Benny Dasman
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan dr. Hermanus Man bertemu dengan massa pendukung di halaman Posko FirManmu, Rabu (15/2/2017) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Yeni Rahmawati

POS KUPANG, COM, KUPANG -Tak terasa sudah tiga tahun Paket Firmanmu, Jefri Riwu Kore dan Herman Man memimpin Kota Kupang.

Tak bisa dipungkiri banyak perubahan terjadi di ibukota Provinsi NTT ini yang merubah wajah kota sesungguhnya.

Ikon kota pun bisa dijumpai di berbagai titik yang memberikan warna baru bagi kota Kupang, seperti taman-taman dan lampu-lampu hias yang membuat kota Kupang semakin elok dilihat.

Masyarakat pun ikut bergembira. Tak hanya keindahan Kota Kupang yang semakin asri, tapi Firmanmu juga terus blusukan membantu masyarakatnya hingga lapisan paling bawah.

Jefry-Herman memberikan bantuan kepada warga yang betul-betul membutuhkan seperti rumah layak huni melalui program bedah rumah.

Dengan tagline sebelumnya "Ayo Berubah", Firmanmu terus bergeliat untuk melakukan pembangunan kota ini dengan mengubah tagline "Ayo Terus Berubah."

Tujuannya untuk bisa terus mengubah pembangunan Kota Kupang menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam jumpa pers HUT ke-3 Firmanmu di Kantor Wali Kota Kupang, Senin (10/8), menyampaikan, dalam kaitan dengan HUT Firmanmu dan HUT Kemerdekaan RI ke-75 akan menggelar berbagai perayaan dan festival kolaboratif.

Ada pula lomba-lomba, bhakti sosial dan pelayanan publik yang akan dilaksanakan.

Hari ini, kata Jefri yang didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P Funay, Asisten II Elvianus Wairata dan Plt Asisten III, Thomas Dagang, dilaksanakan peresmian fasilitas air bersih di Oepura.

Dia mengatakan, ini merupakan langkah inovasi yang terus dibuat untuk menggali sumber-sumber air yang ada.

Walaupun sampai saat ini dihadapkan dengan segala keterbatasan dalam berbagai persoalan, khususnya sumber air dan pengelolaan air.

"Karena bila ada persoalan air lebih banyak diarahkan ke PDAM Kota Kupang, walaupun pengelolaan ada di PDAM Kabupaten Kupang. Untuk itu kami berjuang keras agar busa menjadi satu manajemen, sehingga hanya satu yang memikul tanggung jawab. Kita harus punya langkah-langkah untuk menangani permasalahan itu dengan cara negosiasi-negosiasi," tuturnya.

Setelah peresmian dilanjutkan dengan kunjungan kerja sama dengan beberapa stakeholder yang mempunyai sumur bor.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved