Tokoh Masyarakat Kewar Minta Bupati Belu Bina Kades Kewar
Tokoh masyarakat Kewar, Kecamatan Lamaknen, Mateus Bere Bau meminta Bupati Belu agar memberikan pembinaan , Bernadeta Soelesu
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Tokoh masyarakat Kewar, Kecamatan Lamaknen, Mateus Bere Bau meminta Bupati Belu agar memberikan pembinaan , Bernadeta Soelesu yang diduga melakukan rekayasa nama penerima bantuan sosial tunai (BST).
Mateus Bere Bau yang biasa disapa Matas ini kepada Pos Kupang.Com, Kamis (6/8/2020) menuturkan, berdasarkan data yang ia dapat, ada nama-nama penerima BST di Desa Kewar yang tidak sesuai dengan instruksi Bupati Belu. Dalam instruksi bupati menegaskan, peserta penerima bantuan penanggulangan Covid-19 bukan sebagai ASN, tenaga kontrak daerah dan perangkat desa.
• Tiba Di Kupang, Pangdam IX/Udayana Di Sambut Tarian Natoni
Namun di Desa Kewar, ada tiga keluarga yang menjabat perangkat desa menerima bantuan BST. Modusnya, istri dari perangkat desa dimasukan dalam daftar penerima bantuan dan di dalam data itu mereka ditulis status janda. Padahal, mereka memiliki suami sah namun karena suami mereka adalah perangkat desa sehingga pemerintah desa sengaja merekayasa data keluarga agar bisa menerima bantuan.
Kejadian ini lanjut Matas diakui sendiri oleh kepala Desa Kewar di hadapan Wakil Bupati Belu saat berkunjung di wilayah Desa Kewar beberapa waktu lalu.
• Dinas Pertanian dan Pangan Sumba Timur Masih Terus Pantau Keberadaan Belalang
Menurut Matas, walaupun uang bantuan yang mereka terima itu sudah dikembalikan ke desa dan dari desa dikembalikan ke kas negara namun tindakan kepala desa merekayasa data untuk menguntungkan orang-orang tertentu sangat tidak benar dan sudah tergolong tindak pidana penipuan data.
"Tindakan kepala desa Kewar itu tidak benar. Dia melakukan penipuan data. Kita jangan biarkan masalah seperti yang dilakonkan kepala Desa Kewar itu terus bertumbuh. Desa Kewar itu pusat kerajaan seluruh Lamaknen. Bagimana seorang pemimpin berbuat seperti itu", kesal Matas.
Sebagai tokoh masyarakat, Matas meminta Bupati Belu agar memberikan pembinaan kepada kepala Desa Kewar sehingga kejadian semacam ini tidak terulang lagi.
Mantan anggota DPRD Belu lima periode ini menyayangi cara kerja kepala desa yang diskriminatif dalam hal bantuan Covid-19. Pasalnya masih ada keluarga di Desa Kewar yang layak menerima bantuan namun tidak di masukan dalam daftar penerima. Sedangkan orang yang ekonomi mapan bahkan sudah dilarang pemerintah tingkat atas namun masih diingkari oleh Pemerintah Desa Kewar.
Kepala Desa Kewar, Bernadeta Soelesu belum berhasil dikonfirmasi. Dua nomor telpon yang dihubungi Pos Kupang.Com selama dua hari, Kamis dan Jumat, semuanya tidak aktif. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tokoh-masyarakat-kewar-minta-bupati-belu-bina-kades-kewar.jpg)