Opini Pos Kupang
"Centrum et Totum" Menyongsong Pilkada Mabar 2020
Slogan sering dipakai sebagai media bahasa untuk memberikan motivasi, pedoman dan arah sebuah perjuangan, usaha bisnis
Oleh: Willem Berybe, Pensiunan guru Bahasa Inggris SMA tinggal di BTN Kolhua Kupang)
POS-KUPANG.COM - Slogan sering dipakai sebagai media bahasa untuk memberikan motivasi, pedoman dan arah sebuah perjuangan, usaha bisnis, bahkan bisa menjadi sebuah strategi politik kepemimpinan,
Menurut kamus Oxford Advanced Learner's Dictionary of Current English, A S Hornby, slogan berarti 'striking and easily remembered phrase used to advertise something or to make clear the aim(s) of a group, organisation, campaign, etc' (frasa yang menarik perhatian dan gampang diingat untuk mengiklankan sesuatu atau memperjelas tujuan sebuah group, organisasi, kampanye, dll).
Slogan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) "NTT bangkit NTT sejahtera" dimaknai sebagaimana tersirat dalam definisi di atas. Beliau ingin meyakinkan masyarakat NTT untuk bangkit menuju sebuah fase kesejahteraan hidup. Di sini ada pesan bahwa orang NTT tidak terbuai oleh label kemiskinan yang selalu disematkan pada provinsi ini. Dengan kata lain NTT harus keluar dari belenggu kemiskinan dan 'keterperpinggiran'.
• Andreas Paru Serahkan APD untuk RSUD Bajawa dan Puskesmas di Ngada
Menangkap butir pesan ungkapan "NTT bangkit....", menarik ketika kita menyoroti kebangkitan kepemimpinankepala daerah di NTTdari perpsektif gender. Dalam Pilkada serentak 2018 lalu, Kabupaten Rote-Ndao mencatat sejarah baru. Paulina Haning Bullu terpilih menjadi bupati perempan pertama di provinsi ini.
Itu berarti dominasi kaum lelaki selama ini mampu diruntuhkan. Potensi seorang perempuan NTT untuk memimpin sebuah kabupaten sudah terbukti. Paulina Haning Bullu termasuk salah satu dari 13 perempuan Indonesia yang berhasil memenangkan kursi Bupati/Wali Kota di Indonesia kala itu.
• Gubernur Viktor Lantik 16 Pejabat Eselon II, Kepala Dinas Kesehatan NTT Lengser, Ini Penggantinya
Mereka adalah 1) Dewi Handjani Bupati Tanggamus, Lampung, 2) Ade Munawaroh Yasin Bupati Bogor, Jabar, 3) Anne Ratna Mustika Bupati Purwakarta, Jabar 4). Ade Uu Sukaesih Wali Kota Banjar, Jabar 5) Umi Azizah Bupati Tegal, Jateng, 6) Puput Tantriana Sari Bupati Probolinggo, Jateng, 7) Mundjidah Wahab Bupati Jombang, Jatim, 8) Anna Mu'awanah Bupati Bojonegoro, Jatim, 9). Ika Puspitasari Wali Kota Mojokerto, Jatim, 10). Iti Octavia Jayabaya Bupati Lebak, Banten, 11) Erlina Bupati Kabupaten Mempawah, Kalbar dan 12) Tatong Bara Wali Kota Kotamobagu, Sulut (Sumber: Kompas.com).
Lantas bagaimana Pilkada serentak 2020 untuk NTT kali ini? Adakah sosok perempuan yang bakal menyusul jejak langkah Ibu Paulina Haning Bullu? Jawabannya "ya". Kabupaten Manggarai Barat telah siap mengusung salah satu perempuan terbaik daerah ini.
Centrum
Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat, NTT, saat ini, drh. Maria Geong Ph.D maju sebagai calon bupati Manggarai Barat dalam Pilkada 2020. Berpasangan dengan Silverius Sukur keduanya memasang tag-line"MISI"(Maria Geong-Silverius Sukur) dengan slogan politik perjuangan "Membangun Desa Menata Kota".
Menurut penulis, ada dua aras pembangunan yang menantang dan harus dihadapi seorang calon bupati bersama wakilnya. Dalam konteks ini, kedua aras tersebut merupakan dwi-tunggal perspektif politik pembangunan Mabar ke depan. Kata kuncinya Centrum dan Totum (Bahasa Latin: centrum berarti pusat dan totum seluruh/menyeluruh). Dua kata ini merupakan embrio untuk sebuah konsep pembangunan Mabar yang luas merentang panjang di depan mata.
'Membangun desa menata kota' terkristal dalam dua segmen kata kunci tersebut. Centrum, dimaksudkan Labuan Bajo sebagai pusat `kota' sekaligus ibu kota Kabupaten Manggarai Barat sedangkan totum adalah seantero (keseluruhan) kabupaten Mabar dalam simbolisasi `desa'sebagai basis pembangunan. Implementasi dua perspektif politik pembangunan ini hendaknya terintegrasi dan berimbang. Karena itu MISI akan bertarung dengan ketajaman strategi dalam menangani dan mengurus pembangunan Mabar.
Kondisi Mabar saat ini sedang bergerak maju dan bangkit. Deru pembangunan di sana begitu menggemuruh meski masih terfokus di Labuan Bajo dan kawasan sekitarnya. Ini tidak dipahami sebagai 'centrum-oriented' tapi pemerintah pusat telah membaca danmelihat realitas potensi alam (SDA) Labuan Bajo sebagai sebuah kawasan ekonomi produktif bidang pariwisata yang layak diperhitungkan.
Labuan Bajo mesti bersaing dengan sejumlah lokasi wisata premium nasional yang geliatnya tak tanggung-tanggung. Labuan Bajo juga kini menjadi lokasi pilihan publik untuk berbagai peristiwa nasional dan internasional seperti rakor (rapat koordinasi), kunker (kunjungan kerja}, seminar, konferensi, orientasi bisnis pariwisata, publikasi informatif dan fotografi, narasi-narasi medsos, dsbnya.
Selain sebagai ibu kota wilayah pemerintahan kabupaten paling ujung pulau Flores bagian barat, Labuan Bajo harus menjadi fokus dan perhatian serius pemda. Prospeknya sudah masuk skala prioritas pusat (nasional).
Oleh karena itu, sinergi kerja pembangunan secara koordinatif antara pusat dan daerah (provinsi dan kabupaten) mesti solid. Gubernur VBL dan wagub YNS tidak ingin rencana besar pusat di bidang pariwisata ini mandeg dan berantakan di bumi NTT. Slogan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat " NTT bangkit NTT sejahtera" mengisyaratkan secara tajam Labuan Bajo sebagai bagian dari NTT harus bangkit.
Sulit dan hampir mustahil pencapaian Labuan Bajo pada fase kekinian andaikan tak terbaca oleh pusat. Bayangkan, mobil pertama kali masuk Labuan Bajo melalui jalur Trans Flores yang di ruas Manggarai Barat masih compang-camping baru terjadi sekitar akhir tahun 60-an.Hampir setengah abad lalu.
Secara gamblang, porsi view laut (marine) Labuan Bajo antara 70-80 %, sisanya view daratan. Jika porsi wisata alam dengan spesifikasi lautnya tenang, teduh, berselimutkan pulau-pulau cantik lebih besar maka festival kelautan semakin dibutuhkan dan dipopulerkan.
Apa bentuknya, para kosnseptor, sponsor dilibatkan, sebut saja Labuan Bajo MarineFestival (LBMF). Menjadikan Labuan Bajo sebuah kota dengan kesejukan pepohonan di ruas-ruas jalan protokol, bersih dan tertata, titik-titik flora lokal tak luput dari aspek lingkungan yang selalu didorong oleh para ahli tata kota.
Kawasan lembah Walang ( Lengkong Walang) sekitar 10-15 km dari kota Labuan Bajo, sebuah area yang bukan main luasnya hingga ke bibir pantai arah selatan kota Labuan Bajo dapat disulap jadi sirkuitroad bike festival/raceberbasis lingkungan. Ini terobosan untuk menciptakan sport event tourism yang prospeknya amat terbuka bagi turis penggemar bersepeda jalan raya. Rute Labuan Bajo-Merombok-Nggorang-Dalong-Sokrutung-Kenari-Warloka-Persawahan Weor-Nanga Nae-Gorontalo-Pede-Labuan Bajo dapat diproyeksikan untuk atraksi tersebut.
Dalam tempo dua tahun, rancangan ini bisa terealisir dengan dasar pemikiran sebagian ruas jalan Trans Flores (Labuan Bajo-Nggrang-Dalong) sudah memenuhi standard internasional, tinggal sisanya.
Totum dengan formasi "164-5-12"
Seperti dijelaskan sebelumya, totum adalah wilayah Kabupaten Manggarai Barat secara keseluruhan. Terdiri dari 12 Kecamatan, 5 Kelurahan, dan 164 Desa. (https://manggaraibarncangkan atkab.go.id/pemerintahan/opd/kecamatan-kelurahan-desa). Pemetaan potensi SDA dan SDM dari tiap kecamatan sangat penting dilakukan guna merancang pembangunan menyeluruh. Infrastruktur (jalan raya, listrik, air bersih), bidang kesehatan, perekonomian, pendidikan, literasi, dsbnya menjadi titik tolak pembenahan pembangunan seantero Mabar.
Dengan luas wilayah sedemikian itu, kecerdasan seorang kepala daerah sangat diperlukan untuk mengeksekusi pembangunan yang berimbang dan selaras dengan visi misi (slogan) yang dicanangkan.
Konsep centrum et totumyang identik dengan " Membangun Desa Menata Kota" bakal menggiring MISI pada formasi "164-5-12" (desa, kelurahan, kecamatan). Upaya peningkatan pembangunan desa perlu dipertajam dengan catatan Dana Desa yang digelontorkan pusat tidak mubazir dan tidak dikorupsi. Maria Geomg sebagai wabup tentu sangat paham dan kuasai medan dan kondisi desa di Mabar. Jadi, bukan baru mulai belajar tentang desa. Selamat bertarung! *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketimpangan-pendapatan-patologi-inheren-perekonomian.jpg)