Penjemputan Diakon Baru Ferdinandus, Diarak Dengan Ronda Adat Manggarai
Penjemputan diakon baru Ferdinandus Sando yang berlangsung di Paang Beo ( pintu gerbang) kampung Deru, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BORONG - Penjemputan diakon baru Ferdinandus Sando yang berlangsung di Paang Beo ( pintu gerbang) kampung Deru, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Matim, Flores, NTT berlangsung dengan penuh meriah.
Setibanya di Paang Beo diakon Ferdinandus langsung dikalungi dengan selendang Songke Manggarai dan kepok sundung (kepok penjemputan) adat Manggarai oleh salah satu tokoh adat kampung setempat. Usai pengalungan dan kepok sundung diakon Ferdinandus langsung diarahkan ke rumah dengan diiringi ronda tiba meka (ronda penjemputan tamu) tradisi budaya Manggarai.
• Utusan Khusus Presiden Republik Seychelles Kunjungi Riung Ngada
Diakon Ferdinandus Sando ditahbiskan oleh Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, Pr sebagai diakon bersama 9 Diakon lainya. Acara pentahbisan kepada 10 orang diakon ini berlangsung di Gerejs Sta Maria Diangkat Ke Surga-St Yosef Katedral Ruteng, Jumat (31/7/2020) pekan lalu.
Adapun kesepuluh orang yang ditahbiskan jadi Diakon oleh Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat, Pr itu yakni selain Ferdinandus Sando, juga Diakon Pankrasius Wahu Nudan, Diakon Krisogonnus Tonny Asterius Daris, Diakon Stefanus Jimmy Wintoyo Mala, Diakon Siprianus Tangur, Diakon Febriano Kiswanto Rikardus Tagung, Diakon Sirilus San, Diakon Valerian Karitas, Diakon Alexander Jas dan Diakon Agustinus Hadun.
• Walau Tempati Rumah Bekas Pakan Hewan Floria Ingin Menjadi Guru
Hadir juga dalam acara pentahbisan itu, Uskup Emeritus Mgr Michael Angkur, para Imam dan Biarawan juga hanya belasan orang umat yang hadir. Perayaan pentahbisan itu juga terbatas karena mengikuti protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19.
Timoteus Jehaman keluarga dari Diakon Ferdinandus kepada wartawan,Sabtu, (1/08/2020) mengaku, dirinya merasa bangga dan senang atas ditabisnya Diakon Ferdinandus Sando.
"Saya secara pribadi merasa bangga dan bahagia atas ditahbisnya diakon Ferdinandus sando. Ini capaian yang sangat luar biasa,"ungkapnya
Menurut Timoteus, keberhasilan panggilan ini tentu, melalui proses yang sangat panjang. Akan tetapi, yang paling penting dari keberhasilan ini adalah keberhasilan kita semua, keberhasilan seluruh masyarakat Kampung Deru dan seluruh umat kristiani Paroki St. Pius X Mukun.
"Ini menjadi inspirasi untuk kita semua dalam mewujudkan kesuksesan kita bersama ke depannya,"ujarnya
Timotius berharap, dengan ditabhisnya diakon Ferdinandus dapat dijadikan garam dan terang yang mampu melayani masyarakat dan umatnya dengan baik. Karna, lanjutnya, mereka dipanggil untuk melayani bukan untuk dilayani. Sesuai dengan moto pentabisan 'Aku Menyertai Engkau'. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)